Togar Sitanggang, Senior Manager Musim Mas: Musim Mas Libatkan Masyarakat dan Pemerintah Dalam Program Siaga Api

Bagaimana cara perusahaan mencegah kebakaran lahan dan hutan di areal perkebunan sawit?

Perusahaan telah melakukan dan menetapkan serangkaian kebijakan program serta sistem deteksi dini untuk antisipasi dan pencegahan kebakaran lahan dan hutan di areal perkebunan sawit. Program yang dikeluarkan perusahaan melalui  kebijakan zero burning dalam pelaksanaan pembukaan lahan sejak tahun 2007. Ini artinya  perusahaan tidak mengizinkan adanya pembakaran dalam kegiatan pembukaan lahan dan kegiatan apapun dalam operasional perusahaan.

Musim Mas juga membuat  surat himbauan kepada masyarakat sekitar dalam bentuk  papan himbauan “Dilarang Membakar di Areal Perkebunan”, dan tanda-tanda peringatan bahaya kebakaran pada daerah-daerah rawan kebakaran dan daerah yang sering dilalui masyarakat.

Dalam penyediaan sarana prasarana pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan, Musim Mas mengikuti standar Dirjenbun tahun 2010. Selain itu, juga dibentuk tim dan regu pemadam kebakaran untuk pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan.

Dalam hal ini, perusahaan rutin melakukan sosialisasi dan training kepada desa sekitar perusahaan untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni dan Dinas Perkebunan.

Masyarakat juga diedukasi melalui  pelatihan / penyuluhan agronomi tentang pembukaan lahan tanpa bakar. Perusahaan melakukan sistem patroli api melalui pengecekan ke lapangan dan pemantauan dari tower api. Dukungan lain dari aspek teknologi  melalui pemantauan hotspot dari citra satelit.

Mohon dijelaskan seperti apa program pencegahan kebakaran lahan dan hutan yang dijalankan Musim Mas?

Program yang dijalankan perusahan dalam pencegahan kebakaran lahan dan hutan melalui kegiatan sosialisasi kepada desa sekitar perusahaan. Untuk desa dengan resiko kebakaran lahan tinggi dilakukan sosialisasi sebanyak tiga kali dalam setahun. Sedangkan untuk desa dengan resiko kebakaran lahan sedang/ rendah dilakukan sosialisasi dua kali setahun.

Perusahaan juga melakukan program training pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan berkolaborasi dengan Manggala Agni, BPBD dan Pemda setempat kepada Tim Regu Pemadam Kebakaran di Perusahaan dan Masyarakat Sekitar minimal dua kali setahun.

Selain itu, dibuat pula program Masyarakat Bebas Api (MBA) yang berjalan  di 71 desa sekitar perusahaan mulai tahun  2016. Tujuan dari program ini supaya desa sekitar perusahaan dapat bekerja sama dengan perusahaan untuk pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan.

Dalam pelaksanaan program MBA, perusahaan dan pihak desa membentuk Struktur MBA, menjalankan patroli di areal yang rawan kebakaran dan membuat laporan monitoring.  Bagi desa yang berhasil menjaga arealnya dari kebakaran dalam kurun waktu setahun maka perusahaan memberikan reward kepada desa  tersebut. Penghargaan yang diberikan perusahaan akan digunakan untuk membangun/meningkatkan fasilitas di desa.

Musim Mas juga telah memberikan bantuan mesin pompa air dan selang  pemadam kepada 61 Desa sekitar perusahaan pada tahun 2016. Tak hanya itu, perusahaan juga memberikan bantuan kepada masyarakat desa sekitar dalam hal pembukaan lahan melalui program pengadaan alat berat untuk pembukaan lahan masyarakat. Langkah ini diambil supaya  masyarakat dapat membuka lahan secara mekanis tanpa membakar lahan.

Dalam dua tahun terakhir, apakah pernah terjadi kejadian kebakaran lahan di perkebunan sawit Musim Mas? Apa faktor penyebabnya?

Kejadian kebakaran pada saat musim kemarau panjang berasal dari lahan masyarakat/ belukar di luar HGU perusahan. Pemicu kebakaran adalah kurangnya kesadaran masyarakat dan kebiasaan masyarakat  membuka lahan secara tradisional yaitu dengan cara membakar.

Bagaimana keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah setempat dalam program pencegahan kebakaran lahan?

Keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah setempat sangat positif dan mendukung program Pencegahan Kebakaran lahan yang dicetuskan oleh perusahaan.

Apakah di dalam internal perusahaan terdapat  satuan tugas yang bertugas mencegah dan mengendalikan kebakaran lahan di perkebunan? Seperti apa tugas mereka?

Perusahaan telah memiliki tim  regu pemadam yang bertugas melakukan  pemadaman kebakaran lahan dan menginventarisasi persiapan pemadam kebakaran.

Perusahaan juga menugaskan petugas patroli keamanan untuk melakukan patroli pada areal rawan kebakaran setiap harinya, serta melakukan pemantauan secara berkala pada tower pemantau api. Mereka bertugas memadamkan api apabila masih kecil dan dapat dipadamkan saat itu juga. Jika tidak tertangani, petugas keamanan diminta melaporkan segera kepada Pimpinan/Staff supaya berkoordinasi dan membantu tim regu pemadam perusahaan apabila terjadi kebakaran lahan.

Pihak manajemen kebun juga ditugaskan memantau dan bertanggung jawab untuk melakukan pemadaman. Manajemen dapat menegur dan memberikan sanksi apabila dijumpai tindakan karyawan/ masyarakat yang dapat memicu kebakaran lahan seperti membuang puntung rokok sembarangan. Jika terjadi kebakaran lahan, pihak manajemen berkoordinasi dan membantu tim regu pemadam perusahaan untuk memadam api.

Selain itu, untuk mencegah kebakaran lahan di luar perusahaan / eksternal, Musim Mas juga menggandeng masyarakat melalui Tim Masyarakat Bebas Api. Tim ini bertugas untuk melakukan patroli di areal rawan kebakaran setiap harinya. Lalu melakukan upaya pemadaman apabila api kecil dan dapat dipadamkan saat itu juga. Selanjutnya diminta  melaporkan segera kepada kepala desa/ pimpinan apabila api tidak dapat ditangani. Tim Masyarakat Bebas Api bersama dengan regu pemadam perusahaan secepatnya  memadamkan api  apabila terjadi kebakaran lahan.

Apakah perusahaan menggunakan sistem teknologi untuk memantau titik panas di areal perkebunan dan lahan sekitar? Seperti apa cara kerja sistem tersebut?

Monitoring melalui hotspot satelit dimana dari informasi satelit, data tersebut diolah dan dilakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan ada atau tidak adanya titik api. Selain itu, adapula patroli api untuk melihat langsung kondisi lapangan.

Pada tahap awal, perusahaan bekerjasama dengan Telkom dan Polda Riau untuk pemasangan Ip PTZ Camera CCTV diatas Tower. Kamera ini telah dilengkapi alat pendeteksi panas yang dapat memantau hingga radius 5 km. Melalui kamera ini,  Polda Riau dan perusahaan dapat memantau kondisi di sekitar perkebunan maupun wilayah sekitarnya. Penggunaan teknologi ini akan diterapkan pada setiap perkebunan Musim Mas  apabila telah terbukti efisien dan efektif.

 Untuk mencegah bahaya kebakaran, seperti apa bentuk sosialisasi kepada masyarakat?

Sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat dalam upaya pencegahan Bahaya Kebakaran terbagi atas empat aspek. Pertama, aspek  lingkungan mengenai sumber dan dampak kebakaran yang dapat membahayakan kesehatan dan kelestarian hutan serta penyuluhan pembukaan kebun tanpa bakar.

Kedua, sosialisasi dari segi peraturan dan aspek hukum bagi personil yang sengaja melakukan/ membiarkan pembakaran lahan. Ketiga, sosialisasi mengenai Mitigasi dan Teknik-teknik yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran lahan. Keempat, sosialisasi praktek perkebunan yang baik yaitu pembukaan lahan tanpa membakar. (Qayuum Amri)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.