Menghasilkan Sawit Dari Praktik Yang Berkelanjutan

Musim Mas ingin menjadi pionir dalam implementasi sawit yang berkelanjutan (sustainability). Bagi perusahaan, prinsip keberlanjutan menjadi prioritas utama dalam kegiatan operasionalnya dari sektor hulu sampai hilir.

Musim Mas, kelompok usaha sawit terintegrasi hulu sampai hilir, selalu menjadi pionir dalam tata kelola sawit lestari (sustainability). Di Indonesia, perusahaan ini menorehkan prestasi sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang meraih sertifikat Roundatable Sustainable Palm Oil (RSPO) pada 2009. Setahun berikutnya, PT Megasurya Mas, anak usaha perusahaan, menerima sertifikat RSPO supply chain dan menjadi produsen pertama di dunia yang menawarkan produk hilir bersertifikat RSPO seperti sabun, minyak goreng, margarin, dan lilin.

Lalu, mengapa Musim Mas  selalu menjadi pionir dalam implementasi standar sawit berkelanjutan?. Jawaban ini dapat kita ketahui dari penjelasan Bachtiar Karim, Executive Chairman Grup Musim Mas, di situs perusahaan. Menurutnya, perusahaan menekankan pentingnya perbaikan kelanjutan. “Kami ingin dikenal sebagai perusahaan yang mengawali penetapan standar keunggulan di industri,” jelasnya.

Kemajuan Musim Mas dalam mengelola bisnis hulu dan hilir dalam penerapan sawit berkelanjutan dapat diketahui dalam Laporan Kebijakan Kelestarian yang dipublikasikan pertama kali pada Desember 2014. Kebijakan kelestarian ini menunjukkan perkembangan dalam praktik kebertelusuran (traceability), petani swadaya, mekanisme pengaduan, dan pendekatan industri.

Berkaitan  kebijakan kebertelusuran (traceability), sejak bulan Juni 2015 Musim Mas berhasil memetakan 100% pabrik pemasok yang ada di Indonesia (dengan memverifikasi letak geografis) dan memetakan sumber perkebunan pemasok kami. Proses kebertelusuran ini sangatlah penting bagi Musim Mas sebagai pemain hilir kelapa sawit, untuk mengetahui sumber bahan baku perusahaan diperoleh dari internal dan pemasok pihak ketiga.

Pada bulan Desember 2015, perusahaan berhasil mencapai penelusuran sebesar 100% untuk setiap pabrik kelapa sawit kami. Hasil penerapan kerjasama kami dengan CORE Consortium mencakup 4 verifikasi penilaian penelusuran melewati operasi utama kami di Sumatera Utara dan provinsi Riau. Operasi tersebut berlokasi di KIM I, KIM II, dan Belawan di Sumatera Utara dan Lubung Gaung di Riau.

Disusul Februari 2016, perusahaan mengunggah informasi penelusuran  untuk 6 pabrik penyulingan diluar dari Indonesia: India (Nellore and Thiruvarur) Malaysia (Johor Bahru) dan Spanyol (Cartagena, Castellόn, Ferrol).  Sampai akhir April 2016, sudah terdata jumlah pemasok Musim Mas (termasuk pabrik kelapa sawit kami sendiri) mencapai 479 pabrik, dimana 447 pabrik berlokasi di Indonesia.

Di bidang sertifikasi RSPO, perusahaan telah menjadi kelompok usaha perkebunan besar pertama di Indonesia yang menerima sertifikat RSPO 100% pada 2012 untuk seluruh unit kebun dan pabrik kelapa sawit yang beroperasi. Pada tahun yang sama, perusahaan menjadi perusahaan pertama yang menerima sertifikat ISPO.

Togar Sitanggang, Senior Manager Musim Mas, menjelaskan bahwa dengan menerapkan standar RSPO maupun ISPO memberikan manfaat besar kepada perusahaan dalam aspek efisiensi kerja,peningkatan produktivitas, dan reputasi di pasar global. RSPO adalah sertifikat yang menjadi tuntutan pasar. Sementara itu, ISPO wajib diterapkan perusahaan sawit yang beroperasi di Indonesia.

(Ulasan lebih lengkap silakan baca Majalah SAWIT INDONESIA Edisi 15 Oktober-15 November 2016)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.