Membangun Bisnis Sawit Berbasis OWL-Plantation System

OWL-Plantation System punya modul terlengkap dan terintegrasi yang mempermudah kerja pelaku industri sawit. Manajemen perkebunan berbasis ERP ini membantu proses pengawasan dari kebun sampai pabrik sawit.  Data yang diperoleh bersifat realtime  untuk membantu pengambilan keputusan.

Bagi perusahaan sekelas Medco Agro dengan luas  perkebunan sawit di atas 50 ribu hektare bukan pekerjaan mudah  mengawasi kegiatan dari kebun sampai pabrik. Dibutuhkan sistem manajemen bisnis perkebunan yang mampu mengintegrasikan data dan memantau perkembangan terkini (realtime). Zulkifli Nurdin, Direktur Utama Medco Agro, mengatakan kebutuhan ini dijadikan pertimbangan utama Medco Agro untuk menggunakan OWL-Plantation System (OWL).

Menurut Zulkifli, OWL menyediakan kecepatan informasi data di seluruh kebun Medco Agro sehingga kantor pusat bisa mengambil keputusan yang tepat. Keunggulan lainnya adalah membantu fungsi pengawasan operasional data  bersifat  realtime.

Aplikasi OWL dikembangkan oleh PT Origin Wiracipta Lestari  semenjak 2010. Aplikasi ini ditujukan memenuhi kebutuhan perusahaan perkebunan antara lain kelapa sawit, karet, kopi dan kakao. Pengguna OWL didominasi 34 perusahaan untuk komoditas kelapa sawit dan karet  yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan,Kalimantan Tengah,  Kalimantan Timur, Kalimantan Utara,Sulawesi Tenggara, dan Papua.

Mona Surya, Komisaris PT Origin Wiracipta Lestari, menjelaskan lahirnya aplikasi OWL berawal dari kebutuhan di industri sawit yang punya karakter di remote area, area luas dan padat karya. Itu sebabnya, pelaku usaha membutuhkan pengawasan dan pelaporan cepat serta akurat melalui proses input data sampai afdeling atau blok.

“Kehadiran OWL mampu menjawab kebutuhan itu semua. OWL ibarat burung hantu yang menjadi sahabat petani dalam membasmi hama “tikus”. Selain itu, kami ingin orang kebun tidak gaptek ,” kata Mona Surya.

Dijelaskan Mona Surya, top management  lebih cepat dalam mendeteksi masalah di perkebunan sehingga mempermudah pengambilan keputusan. Dengan begitu seluruh lini manajemen menjadi lebih tertib administrasi.  

OWL-Plantation System mempunyai beragam modul manajemen sesuai kebutuhan perusahaan perkebunan. Tercatat ada 11 modul antara lain  anggaran, traksi, pabrik sawit, pemasaran, SDM dan Umum, agronomi, pengadaan, keuangan, managerial report,  PAD/GIS, dan pabrikasi manufaktur. Modul ini akan membantu pengambil keputusan untuk mencegah penyelewengan dan membantu pengelolaan serta pengawasan perusahaan.

Repindra Ginting, Direktur PT Origin Wiracipta Lestari menyebutkan modul yang ditawarkan perusahaan bersifat jangka panjang dan pengembangannya untuk memenuhi kebutuhan bisnis perkebunan. Modul dapat satu paket atau bergantung modul apa yang dibutuhkan. Sebagai contoh, ada klien OWL yang baru punya pabrik sawit maka cukup membeli modul pabrik.

Menurut Repindra, klien ditawarkan dua model implementasi pilihan: pertama, perusahaan sawit yang baru masuk bisnis ini tanpa dilengkapi Standar Operating Procedure (SOP) administrasi perkebunan. Untuk itu, perusahaan tersebut dapat mengadopsi  OWL menjadi SOP karena sesuai proses bisnis kebun pada umumnya. Pilihan kedua yaitu OWL akan mengakomodir kebutuhan klien bergantung kepada kultur perusahaan.  

Karakteristik utama OWL, menurut Repindra, dibangun berbasis open source. Karakter inilah yang menjadikan aplikasi ini mudah dikembangkan klien OWL. Pasalnya, pemilik berhak mengubah kode. Sementara itu, ERP non open source menjadi milik vendor. “Itu sebabnya fitur open source cepat berkembang dari yang tertutup,” ungkapnya.

(Selengkapnya silakan baca di Majalah SAWIT INDONESIA Edisi 15 Juni-15 Juli 2016)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.