KETIKA EROPA MENGONTROL SAWIT

Parlemen  Uni Eropa ingin  mengendalikan permintaan sawit melalui sejumlah usulan yang bersifat proteksionis dan hambatan tarif serta non tarif.  Indonesia maupun Malaysia patut khawatir andaikata usulan parlemen disetujui Komisi Uni Eropa. Dampaknya adalah  bea masuk sawit lebih tinggi dan penerapan  sertifikasi tunggal.

4 April 2017, sidang pleno anggota Parlemen Eropa di  Strasbourg, Perancis, mengesahkan laporan yang berjudul “Palm Oil And Deforestation Of Rainforests”, supaya dibawa ke otoritas tertinggi Komisi Uni Eropa. Disahkannya laporan ini adalah hasil voting 686 anggota parlemen. Dari jumlah tadi, ada  640 anggota setuju ,28 abstain, dan 18 anggota menolak laporan tersebut.

Inisiasi penerbitan laporan ini berasal dari  Komite Parlemen Bidang Lingkungan, Kesehatan, dan Keamanan Pangan yang dimulai semenjak Maret 2016. Penyusunan draf laporan ini diserahkan kepada Kateřina Konečná, Ketua Komite dan juga anggota Parlemen mewakili Republik Ceko dari Partai Komunis Bohemia dan Moravia.

Dalam laporan setebal 39  halaman disebutkan konversi hutan menjadi perkebunan sawit  di seluruh dunia mencapai  40%. Walaupun dalam laporan juga disebutkan pemicu deforestasi berasal dari kedelai, kayu, peternakan sapi, dan produk pertanian lain.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.