Jelang Asian Games, BGA Group Perkuat Desa Bebas Api

Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group berkomitmen mendukung pemerintah menjelang kegiatan Asian Games 2018. Salah satunya mengantisipasi kebakaran lahan di area sekitar kebun melalui program Desa Bebas Api.

Menjelang Asian Games pada 18 Agustus-1 September 2018, pemerintah Indonesia berupaya mensukseskan kegiatan olahraga berskala internasional ini. Diperkirakan jumlah atlet dan ofisial peserta yang hadir di Asian Games akan mencapai 16 ribu orang. Sebagai tuan rumah, pemerintah Indonesia berupaya menjadi tuan rumah yang baik. Salah satunya, kesiagaan pemerintah mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan di sejumlah daerah.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) telah menetapkan sejumlah daerah siaga darurat Karhutla sampai November 2018. Daerah tersebut antara lain Sumsel, Riau, Jambi, Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Siti Nurbaya, Menteri LHK, mengatakan akan memberikan perhatian kepada berbagai daerah tadi  dengan membangun sinergi  berbagai pihak untuk pencegahan karhutla khususnya selama Asian Games berlangsung.

Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group memberikan dukungan penuh kepada pemerintah untuk mencegah kebakaran lahan di wilayah sekitar kegiatan operasional kebun. Hadi Fauzan, Corporate Affair and Sustainability Director BGA Group, menjelaskan bahwa perusahaan mendukung sepenuhnya kelancaraan kegiatan Asian Games. Untuk itu, perusahaan terus memaksimalkan program Desa Bebas Api (BGA) yang telah berjalan sebagaimana tahun-tahun sebelumya.

“Kami dukung penuh Asian Games. Program Desa Bebas Api BGA tetap menggunakan pendekatan dan kerjasama dengan semua pihak sebagaimana telah berhasil pada tahun lalu,” ujar Hadi Fauzan.

Hadi menyebutkan akan ada perbaikan dari program ini serta penambahan sarana prasarana. Masyarakat juga akan dilatih secara bertahap melalui desa percontohan yang telah berjalan di beberapa wilayah. “BGA selalu berkoordinasi dengan semua pihak termasuk perusahaan lain di sekitar BGA,”paparnya.

Di salah satu anak usahanya di Wilayah 5 PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA), Kotawaringin Kalimantan Tengah, persoalan kebakaran lahan menjadi tantangan bagi perusahaan. Masalah kebakaran lahan salah satunya dipicu kebiasaan masyarakat yang membakar hutan untuk pembukaan lahan. Di saat terjadi  perubahan iklim yang ekstrim seperti El Nino & La Nina. Maka dapat berimbas kepada kebakaran sehingga membuat kerugian besar bagi perusahaan. Perusahaan akan merugi apabila ada tanaman yang terbakar serta adanya sanksi hukum dari pemerintah.

Belajar dari karhutla pada 2015 yang juga terjadi di wilayah PT BGA. Kondisi tersebut menjadi titik balik untuk mendorong langkah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Berbagai upaya digagas untuk membangun kesadaran karyawan dan masyarakat yang berada di wilayah perkebunan untuk berperan aktif terulangnya kebakaran.

 

Oleh karena itu, Wilayah 5 PT BGA secara bertahap membangun sistem antisipasi dan penanggulangan kebakaran terpadu.  Supaya sistem berjalan dengan baik maka dijalankan dari level atas hingga bawah.  Seluruh karyawan diwajibkan memahami pedoman yang disusun manajemen pusat, tetap disesuaikan situasi dan kondisi Wilayah 5. Pekerja yang diberikan tanggungjawab menjadi petugas. Maka, karyawan tadi menjadi garda terdepan untuk program penanggulangan dan pencegahan kebakaran. Penunjukan diltetapkan melalui Surat Keputusan (SK) dari pimpinan wilayah (Regional Head).

 

Sri Indranto, Region Head 3 PT BGA menjelaskan berbagai program yang sudah dijalankan untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Program dapat berjalan asalkan didukung keseriusan, konsistensi, dan keterlibatan semua pihak agar kebakaran tidak terjadi lagi.

“Kami dukung penuh Asian Games. Program Desa Bebas Api BGA tetap menggunakan pendekatan dan kerjasama dengan  semua pihak sebagaimana telah berhasil pada tahun lalu,” ujar Hadi Fauzan, Corporate Affair and Sustainability Director BGA Group.

 

“Kita itu jangan bersikap reaktif tapi harus bersikap preventif. Kalau mempersiapkan kebakaran itu ya harusnya saat musim hujan bukan pada kemarau, itu namanya tindakan preventif. Jadi, apabila kita sudah tahu faktor penyebab kebakaran itu. Tinggal, dekati sumber masalahnya lalu dicari penyelesaiannya” kata Sri Indarto.

 

Sri Indranto menambahkan bahwa ada dua aspek penting untuk  mengantisipasi kebakaran. Pertama, aspek legalitas pemerintah. Kedua, penguatan tim pemadam (SATGAS) kebakaran yang  handal. Perusahaan mematuhi  unsur legalitas dengan cara menjalin kerjasama dengan Manggala Agni dan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA).

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp