Herman Tandinata: “Pembangkit Biogas Untuk Sustainability dan Pengurangan Emisi”

Apa yang menjadi pertimbangan Musim Mas dalam pengembangan proyek biogas ini?
Sebagai salah satu pemain terbesar di industri kelapa sawit, Musim Mas percaya bahwa strategi terbaik untuk memastikan kesuksesan yang berkelanjutan adalah menjalankan perusahaan dengan mengutamakan kelestarian yang bertanggung jawab.

Secara umum, pabrik kelapa sawit (PKS) mengelola limbah cair yang dihasilkan pabriknya di kolam terbuka sehingga gas metana yang dihasilkan terlepas ke udara. Pembangkit Listrik Biogas Sawit, yang kami sebut “POME Biogas – Power Generator” bertujuan untuk mengumpulkan biogas yang sebagian besar merupakan gas metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit sehingga tidak terlepas ke atmosfir dan memanfaatkannya sebagai sumber energi yang terbarukan. Penerapan teknologi ini dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dalam operasional pabrik kelapa sawit dengan sangat signifikan.

Dengan biaya investasi yang besar, kira-kira setara dengan 30% dari biaya investasi satu unit PKS, ini menjadi pertimbangan yang berat dalam mengambil keputusan pembangunan proyek ini jika dilihat dari sisi keuangan, namun pada saat itu (2009) Musim Mas memutuskan untuk tetap membangun proyek tersebut karena dapat memberikan dampak positif bagi karyawan perusahaan (tersedianya listrik 24 jam/hari bagi karyawan kebun) dan lingkungan.

Awalnya, pembangkit biogas ini diharapkan dapat memberikan sedikit masukan keuangan melalui skema Clean Development Mechanism (CDM) dari Kyoto Protocol dan 8 pembangkit biogas yang pertama sudah berhasil didaftarkan pada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). Namun, penurunan harga Certified Emission Reduction (CER) yang sangat tajam menjadikan skema CDM menjadi tidak berarti. Walaupun demikian, perusahaan tetap pada komitmen untuk membangun fasilitas tersebut.

Pada saat Musim Mas membuat keputusan pengembangan proyek tersebut di tahun 2009, perusahaan juga berharap dengan adanya pembangkit biogas ini, dapat menjadi sebuah contoh yang baik sehingga dapat juga diterapkan oleh perusahaan-perusahaan lainnya di Indonesia.

Di Musim Mas, kami menjalankan bisnis untuk dapat berkontribusi dalam  memberikan manfaat positif dan berarti bagi karyawan, masyarakat dan lingkungan. Ada banyak cara dalam menjalankan usaha, dan kami memilih cara yang benar dan tepat, salah satu contohnya adalah pembangunan “POME Biogas – Power Generator” ini.

Kapan perusahaan mulai membangun pembangkit biogasnya dan berapa kapasitasnya?

Fasilitas pertama dibangun pada tahun 2009, berada di Kabupaten Pelalawan, Riau dan mulai beroperasi pada akhir tahun 2010 dengan kapasitas  biogas engine terpasang sebesar 2 megawatt.

Bagaimana perkembangan selanjutnya dan sampai saat ini berapa fasilitas
pembangkit biogas yang sudah beroperasi?

Setelah menganalisa hasil dari proyek pertama tersebut dan dinilai berhasil, maka diputuskan agar proyek ini dilanjutkan ke PKS-PKS lainnya. Kemudian 4 proyek berikutnya beroperasi di tahun 2012 dan 3 selanjutnya di tahun 2013.

Sehingga pada tahun 2013, semua PKS Musim Mas yang mengolah TBS dari perkebunan sendiri dan plasma/KKPA telah dilengkapi dengan fasilitas pembangkit biogas ini.

Pada tahun 2014, pembangkit biogas yang ke 9 mulai beroperasi, berlokasi di kabupaten Labuhan Batu propinsi Sumatera Utara. Fasilitas ini terdapat di PKS yang menerima dan mengolah TBS dari Petani Swadaya.

Dari 9 unit tersebut berapa total kapasitas listrik yang dihasilkan?
9 unit pembangkit biogas tersebut bisa menghasilkan listrik sebesar 20 megawatt. Masing-masing fasilitas memiliki kapasitas biogas engine terpasang antara 2 megawatt sampai 3 megawatt.

Dengan beroperasinya 9 unit pembangkit biogas tersebut sejak 2014, maka dapat dikatakan pula bahwa Musim Mas adalah “The Largest POME Biogas –Power Generator” di industri kelapa sawit Indonesia sampai saat ini.

Bisa jelaskan dampak positif, sebelum dan sesudah pembangunan biogas sawit dari aspek lingkungan dan sosial?
Dengan adanya fasilitas pembangkit biogas ini, terjadi penurunan emisi gas rumah kaca yang sangat signifikan dalam operasional pabrik kelapa sawit, ini berarti polusi udara juga jauh berkurang dibanding dengan pabrik yang tidak memiliki fasilitas ini.

Dan daya listrik yang mampu dihasilkan dari pembangkit biogas ini lebih besar dari kebutuhan internal perusahaan, oleh sebab itu Musim Mas telah bekerja sama dengan PLN untuk menyalurkan kelebihan daya listrik yang tersedia kepada masyarakat di sekitar perusahaan.

Seperti apa bentuk kerjasama dengan PLN dan berapa unit yang sudah ada kerjasama dengan PLN?
Secara total, daya listrik yang digunakan oleh internal perusahaan sekitar 30% dari kapasitas biogas engine terpasang. Oleh sebab itu, sejak tahun 2014, Musim Mas sudah bekerja sama dengan PLN dalam menjual kelebihan daya listrik yang dihasilkan oleh pembangkit biogas perusahaan melalui skema “Excess Power”, artinya penjualan listrik kepada PLN yang berasal dari kelebihan tenaga listrik yang dihasilkan oleh perusahaan.

Sampai saat ini, sudah ada 6 unit pembangkit biogas Musim Mas yang memiliki Perjanjian Jual Beli Listrik dengan PLN yaitu 1 di Sumatera Barat, 1 di Riau dan 4 di Kalimantan Tengah. Masih ada beberapa lagi yang sedang dalam proses pembicaraan dengan pihak PLN.

Apakah Musim Mas berencana menambah pembangkit biogas sawit?
Saat ini, Musim Mas sedang membangun 4 unit lagi, semuanya berada di propinsi Riau dan diharapkan dapat beroperasi di tahun 2016 ini juga. Dengan selesainya 4 proyek ini, berarti semua PKS Musim Mas yang berjumlah 13, termasuk PKS yang menerima dan mengolah TBS dari Petani Swadaya sudah memiliki fasilitas pembangkit biogas. Untuk selanjutnya, setiap PKS baru di Musim Mas juga akan dilengkapi dengan fasilitas tersebut.

(Lebih lengkap baca Majalah SAWIT INDONESIA Edisi 15 April-15 Mei 2016)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp