Cargill Gandeng Masyarakat Dalam Pencegahan Karhutla

Dalam menjalankan bisnis kelapa sawitnya, Cargill Tropical Palm sangat memerhatikan prinsip keberlanjutan. Komitmen ini diwujudkan dengan menerapkan zero burning dan menjalankan program pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah perkebunannya

Seperti perusahaan perkebunan sawit lainnya, Cargill Tropical Palm (CTP) membangun program yang bertujuan mencegah kebakaran di perkebunan sawitnya yang berada di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat. Program bernama Desa Bebas Api (Fire Free Village) bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan .

John Hartmann, CEO Cargill Tropical Palm Holdings Pte Ltd, menjelaskan bahwa program Desa Bebas Api membekali masyarakat desa di sekitar perkebunan agar terampil dan kesiapan dini dalam penanganan kabut asap nasional.

Program Desa Bebas Api terdiri dari dua elemen utama yaitu pencegahan kebakaran serta pendeteksian, pemantauan dan pemadaman api.  Dalam program ini awalnya masyarakat desa mengikuti serangkaian sosialiasi mengenai dampak lingkungan, ekonomi dan kesehatan dari pembakaran lahan dan hutan. Sosialiasi ini dirancang dan dipimpin oleh ahli pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Manggala Agni) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selanjutnya, kedua  program ini mengajarkan metode pengendalian kebakaran yang benar, seperti memastikan ketersediaan sumber daya pantauan udara, tanah dan air yang berkelanjutan. Tak hanya itu, masyarakat diajarkan cara menggunakan teknologi drone untuk memantau kebakaran dan kegiatan pembakaran lahan, peralatan dan personel pemadam kebakaran, serta sumber air dalam bentuk kanal dan bendungan.

Saat ini, program Desa Bebas Api diimplementasikan di tujuh desa di Sumatera Selatan dan 19 desa di Kalimantan Barat bersama dengan Masyarakat Peduli Api, pemerintah daerah, kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Program ini menyasar desa yang berbatasan dengan di sekitar perkebunan Cargill di Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin (Sumatera Selatan) dan Kabupaten Ketapang (Kalimantan Barat). Di setiap desa, jumlah anggota tim sebanyak  15 anggota masyarakat yang berperan sebagai duta pencegahan dan pengendalian kebakaran di desa mereka.

Masyarakat Desa Panca Tunggal belajar memadamkan api pada pelatihan pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang digelar oleh Cargill dan Manggala Agni Kabupaten Musi Banyuasin.

Sementara itu di Kabupaten Banyuasin, masyarakat dari Desa Mukut dan Penuguan juga diajari cara menggunakan peralatan pemadam kebakaran yang aman dan efektif

Pada tingkat provinsi, Program Desa Bebas Api di Sumatera Selatan akan menargetkan 112 desa rawan kebakaran di empat kabupaten: Kabupaten Ogan Komering Ilir (55 desa), Kabupaten Musi Banyuasin (22 desa), Kabupaten Ogan Ilir (14 desa), dan Kabupaten Banyuasin (21 desa).

John Hartmann menuturkan, Cargill menerapkan kebijakan ketat untuk tidak melakukan pembakaran (no-burning) sejak tahun 2005 dan baru-baru ini melalui kebijakan minyak sawit berkelanjutan. Pada 2014, Cargill menandatangani komitmen no-burning untuk mencegah kebakaran lahan dan perkebunan di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat.

Cargill mengalokasikan dana untuk program ini sebesar Rp 13 miliar (sekitar US$1 juta) setiap tahunnya. Alokasi dana ini ditujukan untuk peralatan pemadam kebakaran, pemeliharaan aset dan personel pemadam kebakaran yang ada, serta pembangunan kanal-kanal air sebagai bagian dari upaya penanggulangan kebakaran perusahaan.

(Ulasan lebih lengkap silakan baca Majalah SAWIT INDONESIA Edisi 15 Oktober-15 November 2016)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.