PT Tira Austenite Tbk Material Baja Berdaya Tahan Lama

PT Tira Austenite Tbk merupakan salah satu perusahaan trading baja yang memenuhi kebutuhan material dari pabrik kelapa sawit. PT Tira Austenite Tbk yang telah berdiri sejak tahun 1974 menjalankan bisnisnya melalu dua Strategic Business Unit (SBU)  yaitu -SBU – Industrial Products dan SBU – Industrial Gases,  yang  didukung oleh sumber daya manusia yang handal dan  telah berpengalaman dalam melayani dan memenuhi kebutuhan banyak industri besar di Indonesia, melalui penyediaan produk-produk kami yang berkualitas tinggi seperti tool steel, machinery Steel, Wear Plate dan Stainless Steel, dan juga berbagai jenis welding and Cutting Machine yang dengan teknologi terkini serta sekaligus memberikan pelayanan purna jualnya. Teknologi vacuum degassing, ultrasonic test dan proses after heat treatment membuat produk baja perusahaan lebih unggul dalam berbagai hal.

Dalam pemilihan material baja, faktor daya tahan dan kekuatan menjadi pertimbangan utama pelaku sawit. Kebutuhan konsumen ini dapat dibaca perusahaan dengan sangat baik sehingga dapat bersaing dengan produk lain. PT Tira Austenite Tbk menyediakan lima tipe produk baja antara lain HQ Machinery Steel,Tira Rotor Bar Induction Steel (TRIS),  Stainless Steel, Tool Steel dan Wear Plate.

Alan Pranan Jaya, Product Support PT Tira Austenite Tbk menjelaskan, produk HQ Machinery Steel yang telah melewati kondisi “after heat treatment” sehingga memiliki kemampuan berbeda dengan material  baja  pada umumnya. Produk ini terbagi atas HQ 7 Series dan HQ 8 Series. Khusus HQ 8 Series, produk bagian dari pengembangan HQ 7 Series lewat penambahan teknologi Vacuum Degassing (VD)  dan peeling untuk menyeragamkan struktur dan menghilangkan cacat pada permukaan. Selain itu, HQ seri 8 diperkuat dengan teknologi Non Destructive Test (Ultrasonic Test) yang berfungsi untuk memastikan tidak adanya cacat pada bagian dalam material baja, sehingga adanya teknologi-teknologi tersebut mampu memperpanjang daya  tahan produk ini. 

Rudy Anata, Regional Manager Barat PT Tira Austenite Tbk,  menjelaskan HQ 705/HQ 805 digunakan di shaft thresher (memisahkan buah dengan tandan) dan shaft press (pemeras buah sawit). 

Sementara itu, TRIS adalah  material yang ditujukan bagi aplikasi rotor bar dan stator bar di unit ripple mill (penghancur cangkang). Produk ini  ditambahkan dengan proses metalurgi yang membuat umur pakai TRIS di atas 1.000 jam.

Alan menjelaskan produk Stainless Steel SF003 bagian dari kelompok grade Feritik Stainless Steel yang mempunyai kekuatan tinggi, tahan korosi atmoster,  dan tahan abrasif. Berbeda  dengan produk baja lain yang dipentingkan hanya tahan korosi saja padahal di pabrik kelapa sawit terdapat banyak material-material yang bersifat  abrasif. SF003  dapat dipakai sebagai  material liner sterilizer, crude  oil tank, CST, Sludge Tank, dan aplikasi plate Stainless Steel. 

Menurut Rudy Anata, tanki CPO sekarang lebih banyak memakai stainless steel karena dahulu memakai mild steel yang lebih bersifat korosif. 

Untuk wear plate menggunakan teknologi Oil Quench yang menghasilkan kekerasan tinggi dengan berbagai grade. Dengan menggunakan teknologi TRIP Technology yang membuat produk baja kekerasannya dapat disesuaikan dengan tingkat beban, karena memiliki kandungan micro carbide. Produk ini terdiri dari TwRS 430 XT (kekerasan 360 BHN as supplied, memiliki kemampuan work hardened hingga 430 BHN), TwRS 540 XT ( kekerasan 470 BHN as supplied, memiliki kemampuan work hardenend sampai 540 BHN). Produk ini diaplikasikan kepada screw dan liner CBC, liner cyclon, dan Blade ID Fan.

Alan Pranan Jaya menjelaskan material baja TIRA memiliki keunggulan dari aspek proses pembuatan baja yang berpengaruh kepada kualitas baja yang dihasilkan. Tambahan proses ini  akan menambah umur pakai dari spare part di pabrik sawit yang memakai produk tadi. Sebagai contoh, produk HQ 705 dan HQ 709 mempunyai kandungan unsur cromium-nickel-molybdenum & cromium-molybdenum yang memiliki sifat mampu keras dan berkekuatan  baik, HQ 7210 dengan  kandungan unsur cromium-nickel merupakan case hardening steel yang diaplikasikan sebagai pembuat gear, dan HQ 805 serta HQ 809 berada pada  kondisi  peeled, grain size terkontrol, dan lolos uji ultrasonik.

Alan mengatakan keunggulan baja machinery steel yakni tidak adanya tegangan sisa yang dapat menyebabkan cacat. Selain itu, kemampuan material dapat ditingkatkan karena kekerasan baja dapat meningkat sampai 32 HRC (Hardness Rockwell-C).

Dalam menyakinkan konsumen, lanjut Rudy Anata, PT Tira Austenite  Tbk seringkali melakukan uji lapangan  di perusahaan  perkebunan kelapa sawit seperti Astra Agro dan Medco Agro. Sebagai contoh, material HQ705/805 diujikan sebagai bahan shaft press selama 6.000 jam. 

“Uji coba  ini sangat penting karena produk yang kami jual bersifat scientific supaya menyakinkan konsumen,” papar Rudy kepada SAWIT INDONESIA. 

Menurut Rudy, banyak bagian dari pabrik kelapa sawit yang menggunakan material baja Tira Austenite. Sebut saja perusahaan perkebunan kelapa sawit seperti Wilmar Grup, Astra Agro, PT PP London Sumatera Tbk, dan Duta Palma Grup. Lalu beberapa kontraktor perusahaan perkebunan sawit seperti PT Eracipta Binakarya, PT Duta Marga, dan PT Pancakarsa Bangun Reksa. 

Dalam pelayanan purna jual, menurut Alan Pranan, konsumen tetap dibimbing untuk menggunakan produk baja TIRA. Selain itu, terdapat in house training kepada konsumen yang biasanya diberikan informasi mengenai karakter serta jenis baja secara global, melakukan inspeksi terhadap material baja. 

Konsumen diberikan pula sertifikat untuk mengetahui rekam jejak material baja tersebut. Alan menambahkan sertifikat ini berguna memberikan kelengkapan identitas material baja yang disesuaikan standar internasional. Untuk itulah, kualitas material baja yang diharapkan sesuai dengan keinginan konsumen dan paling utama menghemat biaya perawatan. (Qayuum Amri)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp