OWL–Plantation System Bangun Divisi Riset Demi Optimalkan Pelayanan

PT Origin Wiracipta Lestari (OWL), penyedia solusi Software Manajemen Perkebunan,  membuat divisi riset untuk pengembangan dan inovasi produk mencakup sensorik device untuk otomasi informasi unsur hara tahan.

Repindra Ginting, Direktur PT Origin Wiracipta Lestari, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan sedang mengembangkan produk tidak sebatas software melainkan tools untuk membantu perusahaan perkebunan dalam mengelola perkebunan, diantaranya tool untuk mendeteksi unsur hara dalam tanah dan daun yang disajikan melalui device digital.

“Misalnya perusahaan melakukan perencanaan pemupukan pada tahun tertentu dan untuk menentukan jenis pupuk yang dibutuhkan maka perlu dilakukan analisa unsur hara dengan mengambil sample tanah atau daun. Dengan tools yang sedang dikembangkan maka user akan lebih mudah. Jika perusahaan akan melakukan pemupukan sudah tidak lagi ambil sampel tanah dan daun, karena tool/device sudah menyediakan informasinya setiap hari,” ujarnya.

Seperti diketahui, kondisi tanah menjadi salah satu penentu produktivitas di perkebunan sehingga unsur hara yang ada pada tanah harus tetap terjaga. Selain itu, daun merupakan indikator sehat atau tidaknya” tanaman. Oleh karena itu, tools ini sangat membantu  petani maupun perusahaan perkebunan dalam mengontrol unsur hara tanah dan kesehatan daun agar tetap terjaga.

Selain membentuk divisi riset, perusahan penyedia sistem perkebunan  OWL-Plantation ini sedang menjajaki kerjasama dengan beberapa provider. Salah satunya, provider yang bekerja di bidang sensorik untuk monitoring Crude Palm Oil (CPO) dalam perjalanan (pengiriman), volume cargo, lokasi, kondisi driver di jalan, alat berat, truk, serta sensor untuk memonitoring produksi dan sebagainya.

Repindra mengatakan bahwa perusahaan mempunyai spirit kuat untuk memerdekakan kebun dari keterbelakangan teknologi dan bebas dari teknologi konvensional. Untuk itu, pihaknya menghimbau agar perusahaan perkebunan memberlakukan sistem yang up-to-date.

“Jika perusahaan belum memberlakukan sistem digital, maka data dari lapangan harus input ke sistem secara manual. Tapi kalau alat-alatnya sudah digital semua, sistem langsung mengambil data ke device, misalnya jumlah produksi tidak lagi dilaporkan secara manual. Misalnya penyusutan pengiriman CPO tidak perlu lagi menunggu laporan, cukup monitoring dari sistem,” jelas Repindra Ginting.

Penambahan sumber daya manusia pada divisi riset diharapkan dapat memberikan layanan maksimal pada pelanggan yang di tahun lalu sudah mencapai 15 grup perusahaan pelanggan. Untuk tahun ini, kata Repindra, akan ada penambahan customer baru berjumlah 6 grup perusahaan yang siap dilayani dengan jasa sistem OWL-Plantation. Penambahan divisi riset yang bertugas  mengembangkan serta inovasi juga meningkatkan kualitas produk.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp