Hosaku 90, Pengendali Kumbang Tanduk Ramah Lingkungan

Hosaku 90 berbahan aktif Ethyl-4-methyloctanoate sudah teruji mengendalikan kumbang tanduk lebih efektif dan ramah lingkungan

Untuk membantu pengendalian serangan kumbang tanduk, PT Sanitas mengenalkan produk terbaru feromon dari Jepang. Feromon yang baru dikenalkan di Indonesia  menggunakan brand Hosaku 90. Produk ini sudah terdaftar di Kementerian Pertanian sejak September 2018.

Feromon ini, berbahan aktif Ethyl-4-methyloctanoate yang sudah teruji mampu mengendalikan kumbang tanduk yang kerap mengganggu tanaman sawit. Jika tidak segera dikendalikan, kumbang tanduk berpotensi menimbulkan daya rusak yang  menunda masa produksi tanaman bahkan bisa menyebabkan kematian pada tanaman muda umur di bawah 6 bulan.

Ato Ruhnato, Business Development PT Sanitas (Divisi Agrochemical) menjelaskan produk Hosaku 90 merupakan feromon sex yang berfungsi menarik kedatangan kumbang tanduk baik yang jantan maupun betina sehingga bisa digunakan sebagai salah satu cara untuk mengendalikan hama kumbang tanduk dan monitoring populasi hama kumbang tanduk di perkebunan kelapa sawit. Produk ini diproduksi oleh Shinetsu perusahaan ternama asal Jepang dan CV. NUSAGRI Bogor sebagai pemegang pendaftaran.

“Perusahaan ini (Shinetsu) memiliki 80% market share untuk feromon di dunia. Produk ini sangat terjamin dan terpercaya karena diproduksi oleh perusahaan yang berpengalaman,” ucap Ato saat ditemui pada Oktober 2018.

Ada lima keunggulan yang dimiliki Hosaku 90. Pertama, dapat menangkap kumbang Jantan dan betina sehingga  mengurangi populasi kumbang tanduk di perkebunan. Kedua, diproduksi oleh perusahaan berpengalaman memproduksi feromon dari Jepang.

Ketiga, penggunaan Hosaku 90 lebih mudah dan praktis aplikasinya. Selain itu, lebih aman terhadap musuh alami dan ramah lingkungan. Keempat, memiliki daya kendali yang lebih lama dibanding dengan feromon yang ada.

Keunggulan kelima adalah mencegah kumbang tanduk sejak dini sehingga akan mengurangi risiko kerusakan tanaman dan menghemat penggunaan insektisida.

Menurut Ato, berdasarkan hasil trial yang dilakukan di perkebunan sawit, daya rangsang yang dihasilkan Hosaku 90 lebih tahan lama dibanding dengan feromon yang ada di pasaran di Indonesia. “Kelebihan dari produk ini juga diakui para planters yang saat itu mengikuti trial. Kita bisa menangkap kumbang tandung 3 bulan setelah pemasangan sementara produk lain hanya 1-2 bulan,” tambah Ato.

Produk Hosaku 90, feromon buatan Jepang sangat efektif dalam mengendalikan kumbang tanduk. Dari segi kemasan produk feromon dari Shinetsu ini dikemas dengan menggunakan aluminium foil sehingga meminimalisir evaporasi atau penguapan rendah.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp