Fastrex CT02, Transporter Panen Sawit di Segala Medan

PT Bogor Life Science and Technologi (BLST) membuat inovasi alat transportasi panen di perkebunan sawit. Unit ini telah terdaftar  bernama Transporter Fastrex CT02.

Fastrex CT02 adalah unit transportasi atau transporter untuk mengevakuasi TBS sawit dari kebun menuju tempat pengumpulan hasil. Inovator unit ini adalah Dr. Desrial, Dosen Departemen Teknik Mesin dan Biosistem Institut Pertanian  Bogor (IPB) yang dikembangkan semenjak tahun 2012. Mulanya pengembangan unit ini bertujuan menyediakan transporter TBS yang handal untuk kebun sawit di lahan bergambut dan topografi berbukit.

“Alat ini mengangkut TBS sawit dari kebun ke tempat pengumpulan hasil. Unit ini dapat bergerak dari satu pohon ke pohon lainnya. Alat ini didesain mampu beroperasi pada kemiringan hingga 30-45 derajat. Handal di lahan gambut dengan daya dukung rendah, lahan kering  dalam keadaan berbukit dan lahan basah yang tidak stabil,” kata Ir Dadang Syamsul Munir, MM Direktur PT IPB Science Park BLST ketika dalam wawancara dengan Majalah SAWIT INDONESIA pada awal Agustus.

Fastrex CT02 ditopang trek berbahan besi baja dengan low ground pressure. Penggunaan trek ini cocok dipakai segala jenis medan terutama lahan rolling, basah dan gambut. Unit ini bermesin Kubota OC 095 atau merk lain yang setara kualitasnya sebagai penggerak dengan kekuatan 9.5 HP.  Spesifikasi inilah yang membuat Fastrex CT02 mampu mengangkut buah sawit di lahan berbukit, berkontur tanah labil. Bahkan, unit mampu beroperasi di lahan dengan kemiringan tanah sampai 45 derajat.

Unit yang berukuran lebar sekitar 1 meter dan panjang 3 meter ini mampu mengangkut buah sawit atau bahan pertanian lain hingga kapasitas 650 kg. Kelebihan lainnya adalah sistem hidrolik Fastrex CT02  mempermudah kegiatan bongkar muat. Sistem kendali ergonomis yang menggunakan kopling belok tipe tongkat dan dilengkapi rem di kaki sehingga mudah dioperasikan.

Fastrex CT02 juga irit untuk penggunaan bahan bakar. Berdasarkan kalkulasi yang dibuat tim Fastrex, dalam satu hari Fastrex bisa beroperasi selama 8 jam dengan konsumsi bahan bakar sekitar 5-7 liter. Ini artinya selama satu jam pengoperasi an Fastrex  akan menghabiskan antara 1,2 – 1,6 liter solar.

Berdasarkan pengujian di lapangan, Fastrex bisa beroperasi selama 8 jam dengan mengangkut TBS mencapai 10-15 ton per hari dari kebun ke penampungan buah. Hal tersebut setara dengan kinerja 5-7 orang dengan alat angkut angkong atau pikulan. Oleh karena itu, pengoperasian Fastrex lebih efisien secara finansial dibandingkan untuk membayar tenaga kerja pemikul atau menggunakan kendaraan bermotor biasa. Penghematan biaya menggunakan Fastrex dapat mencapai 50%. Dimana satu unit Fastrex ini dapat melayani area hingga 100 hektare.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.