Infrastruktur KEK Sei Mangkei Perlu Dibenahi

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei diminta lebih cepat berjalan. Pembenahan dapat dilakukan di bidang SDM  dan penyelesaian infrastruktur. Hingga akhir 2017, total nilai investasi mencapai Rp 10,5 Triliun.

 

“Tahun depan, KEK Sei Mangkei harus full speed. Target kita 2000 hektar lahan Sei Mangkei digunakan investor, bukan hanya 200 hektar,” kata Darmin Nasution, Menko Bidang Perekonomian dalam kunjungan kerja di KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara, Senin, 27 November 2017.

 

Berdasarkan data Holding PTPN III,  realisasi investasi pembangunan infrastruktur dan industri KEK Sei Mangkei sudah mencapai Rp3,99 triliun. Tingkat penggunaan lahan (Occupation Rate) di KEK Sei Mangkei saat ini seluas 212 hektare atau setara 10,96% dari total luas lahan KEK Sei Mangkei 1.933,80 hektare.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan dirinya berharap banyak terhadap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara dalam menggaet investor.  Dalam kesempatan tersebut, Darmin meminta Dasuki Amsir selaku Direktur Utama Holding PTPN III untuk menempatkan orang-orang yang berkompeten dalam pemasaran di Badan Usaha dan Pengelola KEK Sei Mangkei.

 

“Tolong Badan Usaha dan Pengelola KEK Sei Mangkei diisi orang-orang berkompeten dalam pemasaran, terutama orang yang berani menjalin kerjasama dengan pihak-pihak dan instansi di luar negeri,” tambahnya.

 

Di bidang perizinan dan fasilitas, lanjut Darmin, pemerintah sudah siapkan perizinan cepat yang bisa bersaing dengan negara manapun. Nantinya investor yang akan berinvestasi di KEK hanya perlu melengkapi 8 perizinan yang tersedia di Kantor Administrator KEK.

 

“Setelah itu, investor tinggal tanda tangan komitmen bahwa perizinan lainnya akan segera diurus dan dilengkapi. Investor sudah bisa langsung membangun di lahan KEK,” jelas Darmin.

 

Timbas Prasad Ginting, Sekretaris GAPKI Sumut mengharapkan infrastruktur di Sei Mangkei segera dibereskan supaya menarik minat investor. “Yang belum selesai jalur kereta api ke pelabuhan Kuala Tanjung,” jelasnya.

 

Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Wahyu Utomo menambahkan bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan dapat segera beroperasi pada kwartal pertama tahun 2018.

 

Wahyu Utomo mengatakan,“loading aktifitas ekonomi KEK Sei Mangkei, beroperasinya pelabuhan Kuala Tanjung sangat vital. Beroperasinya pelabuhan ini juga sangat penting untuk menarik investasi ke KEK Sei Mangkei, karena kemudahan kegiatan industri mengakses pelabuhan”.

 

Dalam jangka panjang sampai 2025, pelabuhan Kuala Tanjung yang dikelola oleh Pelindo 1 ini dirancang untuk mengakomodir logistik peti kemas sampai 20 juta teus. “Dengan peran dan volume sebesar itu, intermoda transportasi (Kereta api, jalan, pelabuhan dan bandara) terintegrasi bagi Pelabuhan Kuala Tanjung adalah mutlak” jelas Wahyu Utomo.

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp