‘Senjata Bio’ Dalam Pupuk Kelapa Sawit

Oleh: Kabelan Kunia*

Ibarat maju ke medan pertempuran, senjata yang mempuni merupakan kelengkapan mutlak digunakan pasukan untuk menghadapi serangan musuh yang menghadang. Begitupun dalam menghadapi medan pertempuran di dunia perkebunan kelapa sawit, senjata utama yang digunakan adalah pupuk yang mempunyai kemampuan tinggi untuk menahan serangan hama dan penyakit di samping menghadapai tantangan tingkat kesuburan tanah yang kian tergerus.

Alhasil pemilihan pupuk yang sesuai dengan kondisi ekstrim di lahan perkebunan mutlak menjadi pilihan utama. Syukur-syukur jika sudah ada pupuk yang mempunyai kelebihan lebih dan spesifik sekaligus tejangkau dari sisi harganya.

Banyak inovasi yang dilakukan produsen menghadapi kebutuhan kebun dengan kompleksitas permasalahan dan tuntutan produktivitas yang meninggi. Kombinasi unsur hara makro dan mikro sudah bukan menjadi sebuah inovasi yang mutlak, karena hampir menjadi biasa dan semua produsen lazim melakukannya.

Teknologi pupuk ke depan sudah mengharuskan efisiensi dalam penyerapan hara mineral oleh tanaman, sehingga teknologi nano akan menjadi tren baru yang mulai diterapkan dalam industri pupuk anorganik khususnya.

Sejalan dengan itu, teknologi bio, terus berkembang pesat. Mahluk tidak kasat mata, menjadi pilihan yang realistis dan teruji. Mikroba berupa bakteri dan jamur potensial terus dikembangkan dan direkayasa guna efisiensi penyerapan dan penyediaan nutrisi penting untuk tanaman. Ditambah lagi tantangan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman kelapa sawit yang beraneka.

Hemat penulis, paling tidak dua mikroba penting yang ke depannya wajib diaplikasikan di kebun guna meningkatkan kesuburan lahan sekaligus menanggulangi serangan hama dan penyakit yang sulit diprediksi ke depannya. Dua jenis mikroba itu adalah jamur Trichoderma dan jamur Mikoriza.

Beruntung sekali penulis sudah menemukan 2 produk pupuk di pasaran yang telah mengandalkan dua jenis mikroba ini dalam poduk-produknya. Serangkaian penelitian sudah dilakukan terhadap pengaruhnya kepada kesuburan dan pertumbuhan kelapa sawit di lapangan.

Penelitian mengenai pengaruh kombinasi NPK Hi-Grade dan Pupuk Organik HARAMAX terhadap pertumbuhan tanaman sawit di perkebunan PT. Metatani Palma Abadi, Bengkulu pada bulan Agustus 2016 sampai Maret 2017. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap panjang rachis, jumlah anak daun, panjang anak daun, luas daun, dan kandungan klorofil. Hasilnya kombinasi 70% : 30% lebih dianjurkan untuk meningkatkan pertumbuhan kelapa sawit.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp