Belajar Dari Malaysia Cara Sejahterakan Petani Sawit

Pemerintahan Malaysia mempunyai perhatian besar untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat. Untuk meningkatkan pendapatan rakyatnya, Malaysia mengajak petani mereka sebagai  petani kelapa sawit. Sektor kelapa sawit berperan mengatasi ketimpangan pembangunan, menanggulangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran.

Felda (Federal Land Development Authority) adalah sebuah lembaga pemerintah Malaysia yang menangani penataan kawasan pedesaan tertinggal menjadi kawasan pembangunan baru. Lembaga ini memusatkan perhatian pada pembukaan ladang-ladang kecil yang dapat menghasilkan tanaman produktif dan cepat panen.

Berdiri pada 1956 dengan tujuan awal membawa penduduk pedesaan Malaysia keluar dari kemiskinan dengan menempatkan petani pada lahannya sendiri. Petani-petani tersebut terdaftar sebagai anggota di bawah otoritas FELDA.

Awalnya sistem kontrak antara perusahaan inti dan petani cukup rumit dan mengalami beberapa kali perubahan. Saat ini dijalankan skema kemitraan perkebuan sawit yang disebut dengan package deal. Sebuah skema bisnis yang dikelola secara profesial dan menganut pembagian keuntungan antara perusahaan besar dengan petani.

Strategi ini bertujuan menciptakan komunitas petani modern dengan pendapatan stabil dan kualitas hidup yang lebih baik.“Ini sesuai tujuan besar FELDA dalam membangun negara dengan memberikan kontribusi terhadap ekonomi Malaysia dan pengembangan sumber daya manusia,” kata Dato Dzulkifli Abd Wahab, Pengarah Besar Felda di konferensi Indonesian Palm Oil Conference and outlook (IPOC) 2018 di Nusa Bali, awal November lalu.

Skema ini menyediakan pemukiman khusus bagi para petani sawit yang lokasinya berdekatan dengan perkebunan dan pabrik kelapa sawit. Keberadaan pemukiman sengaja dibuat untuk membangun kebersamaan antar petani, mempermudah absensi, pengendalian produktivitas dan kualitas produk.

Ada total 112.365 pemukiman yang secara keseluruhan terdapat 2,6 juta orang, yang sekitar 98 persen adalah suku Melayu. Tiap anggota petani memperoleh lahan seluas 4 hektare (ha), satu rumah dan sebidang kebun. Skema ini mendukung petani terdaftar sebagai anggota koperasi, di mana tiap koperasi mengelola lahan sekitar 80 hektare kebun sawit. Keterlibatan dalam koperasi akan memudahkan petani untuk memperoleh pinjaman untuk pendidikan, perumahan, pengembangan usaha kecil dan perawatan medis.

Dalam rangka meningkatkan produktivitas, Dato Dzulkifli Abd Wahab mengatakan bahwa Felda fokus kepada pengembangan material tanam yang menunjang perkembangan perkebunan dengan produktivitas tinggi. Upaya yang dilakukan berupa peningkatan ketahanan terhadap penyakit ganoderma, meningkatkan pembibitan dan penanaman di lapang, penggunaan pupuk secara cukup untuk menjamin keseimbangan nutrisi yang tepat, mengimplementasikan praktik perkebunan terbaik sejak awal, melakukan peremajaan kebun pada saat yang tepat, mengendalikan biaya produksi, dan partisipasi di pemukiman.

Sementara itu, kegiatan peremajaan berada di bawah naungan anak perusahaan FTSB (FELDA Trading Sdn Bhd). Unit usaha ini bertugas memberikan pendampingan dan layanan teknis seperti penanaman, pemberian pupuk, bibit berkualitas dan pembasmian hama maupun penyakit. FTSB juga mengelola dan memasok 53 persen stok bibit untuk peremajaan kebun, serta memasok pupuk dan pembasmi hama. “Kita menerapkan praktik argonomi yang baik sejak awal dan program penanaman yang terkontrol, mengendalikan biaya produksi dan melakukan kegiatan bersama antar pemukiman petani” jelas dia.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp