Prowitra PPKS Selamatkan Petani Dari Benih Palsu

Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menjadi motor terdepan menekan peredaran benih sawit palsu di perkebunan petani. Menggalakkan Program Sawit Rakyat (Prowitra) yang bertujuan mempermudah akses petani mendapatkan bahan tanaman sawit berkualitas dan unggul.

Edy Suprianto, General Manager Satuan Usaha Strategis Bahan Tanaman Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) mengkhawatirkan maraknya peredaran benih palsu karena berpotensi menurunkan produktivitas dan kualitas petani sawit rakyat. Imbasnya jelas akan berdampak kepada pendapatan petani.

Di lapangan tidaklah mudah membedakan mana benih sawit asli dan palsu/illegitim. Sebab, ada ada kemiripan dari segi bentuk dan warna antara benih palsu dengan benih asli. “Secara fisik maupun morfologi itu mirip sehingga akan sulit dibedakan yang mana yang asli,” kata Edy Suprianto.

Ada sejumlah oknum pemalsu benih menggunakan pewarna khusus atau pilok yang membuat benih terlihat segar dan terang. Sementara itu, teknologi laser printing yang digunakan PPKS untuk menandai keaslian benih masih mempunyai kelemahan yaitu printing tersebut hanya bisa terlihat jika dicelupkan dalam air.

“Printing itu berwarna abu-abu dan harus dicelupkan ke air sehingga akan nampak jelas, itu usulan dari teman-teman PPKS kemaren untuk memastikan palsu atau tidak yang kemudian diinformasikan melalui selebaran. Ini menjadi masukan berharga buat kita,” tambahnya.

Saat ini, teknologi yang berguna untuk mengidentifikasi kecambah palsu tersebut belum dikembangkan di Indonesia. PPKS masih memikirkan jalan lain lewat aspek pengawasan secara ketat dan mempertimbangkan skema lain yang dapat menghentikan peredaran benih palsu di kalangan petani.

Strategi jitu yang dijalankan PPKS adaah menyediakan benih berkualitas lewat Prowitra. Program ini merupakan program unggulan PPKS untuk mendukung perkebunan sawit rakyat. Kegiatan ini terdiri dari tiga kegiatan yaitu sosialisasi penggunaan bahan tanaman unggul, pendampingan penerapan kultur teknis standar, dan layanan penyaluran bahan tanaman unggul (kecambah) PPKS.

Saat ini, Prowitra baru dapat menjangkau perkebunan sawit petani di wilayah Pulau Sumatera. Dukungan terhadap program ini disediakan PPKS melalui penyediaan mobil keliling khusus ke perkebunan rakyat.

Dengan pola distribusi seperti ini benih unggul ini dalam keadaan segar dan mampu bertahan dalam perjalanan sekitar 5-6 hari. Namun, distribusi benih ini masih terkendala soal sumber daya manusia dan saran-prasarana pendukung.

“Kita keterbatasan tenaga pelaksana karena tidak ada orang khusus yang bertugas sebagai supervisor dan mengawasi produk di sini. Petani dalam hal ini bukan hanya membeli produk tetapi juga bertanya bagaimana penanaman produk tersebut, memberikan pelatihan tentang pemupukan pembasmian hama penyakit dan lainnya,” ungkapnya.

Di saat kunjungan lapangan, menurut Edy, petani berkesempatan mendapatkan informasi kultur teknis. Selain itu mendapatkan informasi mengenai perbedaan produktvitas bahan tanaman unggul dan bahan tanaman palsu.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.