Memilih Produk Trichoderma Yang Tepat Untuk Pengendalian Pernyakit Ganoderma di Perkebunan Kelapa Sawit

 

Merebaknya penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit saat ini sudah merata menyerang pada perkebunan kelapa sawit tidak saja di Sumatra, melainkan di daerah-daerah lain di Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi dan Jawa, penyakit ini sudah banyak ditemukan, bahkan pada areal-areal perkebunan generasi I sudah banyak ditemukan. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan anggapan sebagian pelaku usaha perkebunan yang mengatakan bahwa serangan penyakit BPB oleh Ganoderma boninense akan menyerang pada areal-areal perkebunan generasi II dan III, tetapi kenyataan yang terjadi saat ini tanaman generasi I sudah banyak terserang BPB yang di sebabkan oleh jamur Ganoderma boninense.

Hal ini disinyalir kuat sebagai akibat dari penggunaan bahan kimia yang berlebihan dan kurang bijak dalam pengaplikasiannya di perkebunan kelapa sawit padahal kerugian yang ditimbulkan juga tidak bisa dianggap kecil, yaitu bisa mencapai Rp 30 Miliar/tahun/ Estate (Luas 10.000 hektare) dengan asumsi serangan 10 pokok per hektare.

 

Beralih Pada Kekuatan Alam

Berbagai macam cara sudah dilakukan oleh para ahli perkebunan untuk mengatasi permasalahan ini, tetapi karena belum adanya teknologi yang tepat untuk pengendalian penyakit ini. Penggunaan produk-produk hayati sebagai musuh alami penyakit saat ini sudah mulai dilakukan oleh perusahaan besar, kecil bahkan perkebunan rakyat sudah aktif untuk memperbanyak musuh alami penyakit ini dengan melakukan berbagai kegiatan yang bisa mengurangi kemungkinan serangan Ganoderma seperti; penggunaan pupuk yang mulai dikombinasikan antara pupuk kimia dan organik, pengembalian kompos jankos, dan pemberian biofungisida berbahan aktif Trichoderma.

Perbaikan ekosistem tanah―yang disinyalir sebagai penyebab meningkatnya serangan Ganoderma―adalah langkah yang terbaik untuk dilakukan karena pada dasarnya alam telah menyediakan apapun yang kita perlukan, termasuk untuk pengendalian serangan Ganoderma boninense di perkebunan kelapa sawit.

Ganoderma memiliki musuh alami dari golongan jamur juga yaitu Trichoderma. Dibandingkan Ganoderma, Trichoderma memiliki pertumbuhan spora yang cepat dan agresif. Di alam, sebenarnya Trichoderma sudah ada dan tersedia, tetapi populasinya menurun bahkan habis sebagai akibat dari penggunaan produk-produk kimia yang berlebihan dan tidak bijak. Untuk itu perlu dilakukan manipulasi kultur teknis, salah satunya dengan mengintroduksi Trichoderma yang sudah terseleksi dan memiliki virulensi yang tinggi terhadap Ganoderma.

Dari berbagai spesies Thicoderma yang paling banyak dikemukakan memiliki kemampuan mengendalikan penyakit Ganoderma adalah  dari spesies harzianum, viride dan pseudokoningii. Cara kerjanya yaitu  menghancurkan dinding sel jamur Ganoderma menggunakan enzim kitinase dan glukanase, menghambat pertumbuhan jamur sasaran menggunakan metabolik sekunder yang bersifat antibiotik, dan juga dengan menguasai dan perebutan ruang tumbuh.

Ditulis oleh: Awang Suwarnoto (Departemen Agronomi PT Mitra Sukses Agrindo)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp