Majalah Sawit Indonesia Edisi 73, 15 November – 15 Desember 2017

Salam Sawit Indonesia,

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil sikap tegas terhadap perlakuan diskriminasi Uni Eropa kepada sawit. Dalam KTT Kemitraan ASEAN-Uni Eropa, Jokowi dalam pidatonya mendesak agar diskriminasi terhadap kelapa sawit di Uni Eropa segera dihentikan. Pasalnya, kelapa sawit punya kontribusi besar untuk mempersempit jurang kemiskinan dan menghidupi 17 juta orang di dalamnya termasuk petani.

Ketegasan ini mendapatkan apresiasi berbagai kalangan mulai dari petani sampai pengusaha. Kalau dulu di masa Pilpres 2014, ada tudingan bahwa Jokowi klemar klemer. Nyatanya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menunjukkan keberaniannya untuk membela kepentingan nasional di forum internasional. Dalam empat tahun terakhir, Jokowi juga membuat terobosan di bidang ekonomi dan infrastruktur.  Di sektor sawit, petani mendapatkan dukungan pemerintah untuk meremajakan tanaman sawit berusia tua. Dukunga ini diwujudkan melalui bantuan pendanaan dan insentif lain.

Namun, Presiden Jokowi tetap butuh dukungan untuk membawa kepentingan nasional termasuk sawit di dalam forum internasional. Dukungan ini semestinya datang dari kementerian dan lembaga negara lain, khususnya berkaitan regulasi. Harus diakui, masih banyak regulasi dan kebijakan yang malahan menghambat pertumbuhan ekonomi berbasis sawit. Tantangan seperti ini yang perlu dievaluasi dan dicarikan solusi secepatnya.

Rubrik Sajian Utama edisi ini mengangkat pola kemitraan Asian Agri dengan petani baik plasma dan swadaya. Semenjak tahun 1987, Asian Agri beserta anak usahanya membangun pendampingan teknis dan non teknis bersama petani plasma. Banyak petani plasma Asian Agri yang sejahtera dan memajukan wilayah mereka. Itu sebabnya, mulai tahun 2012 perusahaan berupaya membangun kemitraan dengan petani swadaya. Untuk memperluas kemitraan petani plasma dan swadaya, Asian Agri menjalankan program  kemitraan One to One Commitment.   Hingga tahun ini, Asian Agri bermitra dengan petani plasma  seluas 60.000 hektar dan akan memperluas kemitraan dengan petani swadaya mencapai total 40.000 hektar sampai 2018.

Pembaca, harapan kami Majalah Sawit Indonesia Edisi 15 November-15 Desember 2017 semakin memperkaya  asupan informasi dan gagasan. Tak lupa, kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan kesetiaan Anda menjadi pembaca kami. Sukses selalu.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.