Edisi 54 April 2015

Kenapa Harus Moratorium?

Salam Sawit Indonesia,
Kenapa kelapa sawit sampai harus dimoratorium? Niatan Joko Widodo, Presiden RI, untuk menjalankan moratorium sawit membuat kecewa berbagai kalangan komunitas sawit di tanah air. Padahal baru Februari kemarin, kelapa sawit menerima pengakuan sebagai industri strategis bagi perekonomian nasional. Tiba-tiba saja, Jokowi berubah sikapnya.

Dalam pernyataan resminya, Joko Widodo menyebutkan setelah gambut dimoratorium berlanjut kepada sawit. Moratorium ini berlaku kepada pemberian konsesi baru yang diperuntukkan kepada tanaman yang nama latinnya elaeis guineensis ini. Solusinya, lahan eksisting diminta supaya produktivitas dapat ditingkatkan lewat pola intensifikasi.

Mungkin Jokowi lupa bahwa dalam lima tahun terakhir penambahan lahan kelapa sawit berasal dari konsesi lama. Ini disebabkan, ketersediaan lahan sangatlah minim dan kerendahan hati pelaku sawit yang tidak lagi berminat mencari lahan baru.

Kalau moratorium sawit Jokowi ditujukan memuluskan target restorasi gambut, pada kenyataannya sudah ada aturan yang mengatur moratorium lahan gambut untuk kepentingan budidaya. Lalu kenapa Jokowi menginginkan sawit dimoratorium lagi? Kalau memang kelapa sawit dinilai mengganggu keinginan restorasi beranikah Jokowi menerapkan kebijakan serupa terhadap sektor infrastruktur apabila menggunakan lahan gambut?
Beragam pertanyaan muncul di benak pelaku sawit dan petani terhadap kebijakan moratorium ini. Kontribusi kelapa sawit terhadap penerimaan negara dan penciptaan lapangan kerja menjadi tidak berarti. Lantaran, keluarnya pernyataan moratorium sawit dari orang nomor satu di negara ini.

Rubrik Sajian Utama edisi ini mengangkat berita mengenai proyek pembangkit biogas Musim Mas yang sampai awal tahun ini berjumlah 9 unit. Jumlah ini akan terus bertambah menjadi 13 unit di penghujung tahun 2016. Dengan begitu, Musim Mas dapat dikatakan sebagai pengelola terbesar Pembangkit Listrik Tenaga Biogas sawit (PLTBg) atau POME Biogas-Power Generator. Pembangunan ini tidak terlepas dari komitmen perusahaan untuk penyediaan energi bersih dan terbarukan.

Dalam Rubrik Hot Issue, kami mengulas peranan perusahaan kelapa sawit dalam program konservasi orangutan. Tujuannya menjadi bukti bahwa tuduhan kelapa sawit merusak habitat orangutan tidaklah benar. Perkebunan sawit dan habitat orangutan dapat hidup berdampingan sesuai fungsinya melalui pendekatan landscape.
Pembaca semoga edisi ini dapat memenuhi dahaga terkait isu dan informasi mengenai kelapa sawit. Tak lupa, kami tunggu saran dan masukan pembaca demi kemajuan majalah serta industri kelapa sawit nasional. Terima kasih.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.