Tahun Ini, Minamas Plantation Tambah 9 Desa Mandiri Cegah Api

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Program Desa Mandiri Cegah Api yang digagas Minamas Plantation akan bertambah 9 desa pada tahun ini. Perusahaan ingin mengedukasi masyarakat supaya tidak ada pembakaran untuk pembukaan lahan.

Sembilan desa binaan Minamas tadi berada di Sumatera Selatan dan Jambi. Roslin Azmy Hassan, Head Plantation Operations Minamas Plantation menjelaskan bahwa pengembangan desa mandiri cegah api sebanyak empat desa di Jambi dan lima desa di Sumatera Selatan.

“Kami bersama universitas menjalankan sosialisasi ke masyarakat. Cara ini ini lebih efektif untuk mengajarkam pembangunan zero burning di lahan masyarakat. Mereka bisa lihat apa yang dajarkan dari unversitas untuk diterima ke masyarakat,”ujarnya.

Di Jambi, anak usaha Minamas, PT Bahari Gembira Ria (BGR) menggandeng peneliti dan akademisi dari Universitas Jambi. Salah satu program dipusatkan di Program ini dijalankan dengan memberdayakan masyarakat di empat desa di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi yakni Desa Gambut Jaya, Desa Sumber Agung, Desa Parit dan Desa Arang-arang.

Pada September mendatang, Minamas berencana mengajak peneliti Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan, untuk terlibat dalam program pengendalian kebakaran lahan.

Tahun ini, Minamas mengalokasikan dana untuk program pengendalian kebakaran lahan sebesar Rp 4 miliar. Upaya perusahaan mengendalikan kebakaran lahan didukung sumber daya yang memadai.

Seperti dari aspek teknologi, kata Roslin, sudah ada sistem peringatan titik panas melalui informasi satelit. Apabila ada potensi hotspot, maka akan ada tanda peringatan dan notifikasi kepada manajer di anak usaha perkebunan Minamas. “Begitu mendapatkan notifikasi, merekaakan langsung bergerak lapangan. Kalau ada langsung dipadamkan,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan juga membantu pemadaman lahan di luar areal yang dikuasai perusahaan. Lahan milik penduduk dengan radius 5 kilometer di luar batas kebun milik Minamas tetap menjadi perhatian perusahaan.

Minamas Plantation telah membina 15 Desa di Riau dan Kalimantan Selatan sehingga tercapai zero-burning. Pada program sebelumnya, yakni periode 2015-2016, pencegahan kebakaran mencakup 45.543 hektare

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.