Tahun Depan, PTPN III Butuh Suntikan Dana Rp 6 Triliun

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Holding membutuhkan suntikan dana segar Rp 6 Triliun pada 2017 guna membiayai program transformasi PTPN III yang telah dicanangkan sejak Mei lalu.

Secara total program yang akan dilaksanakan sejak 2016 hingga 2018 tersebut membutuhkan dana segar sebanyak Rp 13 Triliun, dimana Rp 2 Triliun sudah didapatkan pada tahun ini, dan sisa Rp 8 Triliun akan diperolah pada 2018.

Elia Massa Manik, Direktur Utama PTPN III Holding pada Konferensi Pers, Senin (19/12) mengatakan dana Rp 6 Triliun tersebut dibutuhkan persero untuk peningkatan kinerja dan efisiensi biaya melaui rehabilitasi dan peningkatan produktivitas tanaman, perbaikan kinerja dan kapasitas pabrik serta investasi tanaman dan non tanaman.

“Dengan adanya suntikan dana segar ini, diharapkan Holding dapat mengejar ketertinggalan produktivitas dalam waktu tiga hingga empat tahun mendatang,” ungkap Elia.

Rata-rata produktivitas persero diakui Elia memang masih sangat rendah, sawit misalnya hanya 18,20 ton TBS perhektar dibandingkan dengan Perusahaan perkebunan swasta yang mampu mencapai 24-25 ton TBS perhektar.

Rata-rata jumlah tanaman perhektar yang dimiliki PTPN III Holding pun masih sangat rendah yaitu hanya 120 pokok perhektar, sementara rata-rata swasta bisa mencapai 130 hingga 140 pokok perhektar. Ditambah dengan rata-rata usia rentan yang mencapai 8 persen, sedangkan rata-rata swasta hanya mencapai 2 persen.

“Inefisiensi ini yang kemudian membuat Harga Pokok Produksi kita lebih tinggi 35 persen dibandingkan rata-rata swasta. Pada April hingga Mei tahun ini misalnya HPP kita sebesar Rp.6.643 per kilogram sementara swasta bisa memiliki HPP di level Rp.4.005 per kilogram,” jelas Elia. (Anggar)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.