Tahun 2017, BPDP Alokasikan Dana Riset Sawit Menjadi Rp 60 Miliar

BOGOR, SAWIT INDONESIA-Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), akan menaikan anggaran riset sawit menjadi sekitar 60 miliar untuk tahun 2017. Hal ini bertujuan meningkatkan jumlah penelitian yang bisa menjawab kebutuhan industri dan menjawab permasalahan petani sawit.

“Kurang lebih sama dengan 2016, yang berjumlah 57 miliar menjadi 60 miliar per tahun dibayar, tahun depan sudah ada alokasi pembayaran 30-an miliar kita masih menyediakan proposal sekitar 30-40 miliar,” Kata Direktur BPDPKS Bayu Krisnamurthi dalam acara pekan riset sawit di IPB Internasional Covention Center Bogor, pada Senin (13/12).

Rencananya, tahun depan, kata dia, riset akan mengedepankan critical mass yakni peningkatkan riset yang mempertimbangka kualitas dibandingkan kuanitas.“Memang sekarang masih melihat kuantitas, ke depan sudah ditunjukkan hasilnya,” tambah dia.

Setelah memperhatikan prinsip critical mass, ia mengatakan riset juga memperhatikan relevansi penelitian untuk menjawab kebutuhan industri dan masalah petani sawit, serta dapat bekerja sama dengan stakeholder terkait. Sehingga, ke depan, penyeleksian proposal riset makin ketat dan memperhatian relevansi itu.

“Tahun pertama diakui bahwa riset belum semua dipakai oleh industri tapi berpotensi mempengaruhi bisnia atau membukan bisnis baru. Padahal, riset adalah bagian dari bisnis, kita berharap pada 2017-2019 riset sawit harus mengedepankan relevansi proposal lebih mampu memperlihatkan diri dengan pelaku usaha, bukan hanya perusahaan tetapi petani dan koperasi petani, Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat yang membutuhkan hasil riset,” jelas dia. (Ferrika)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.