Sinarmas Agro Fokus Ekspansi Pabrik Biodiesel

SAWIT INDONESIA – PT Sinar Mas Agro and Resources Technology (SMART) Tbk telah menjalankan sejumlah investasi di bidang produk hilir sawit. Perseroan menganggarkan pengeluaran modal sebesar Rp 637 miliar pada 217.

Perseroan telah menyelesaikan pembangunan pabrik biodiesel di Kalimatan Selatan dengan kapasitas tahunan 300 ribu ton pada tahun 2016, dan untuk tahun 2017 akan menambah satu pabrik biodiesel lainnya dekat Jakarta dengan kapasitas yang sama.
Wakil Direktur Utama sekaligus Corporate Secretary Perseroan, Jimmy Pramono, menyampaikan bahwa SMART memulai tahun 2017 dengan kinerja yang lebih baik. “Kami akan terus memperkuat keunggulan kompetitif baik di sektor hulu maupun hilir untuk memanfaatkan perkembangan pasar yang positif. Untuk sisa tahun ini,” ujarnya seusai RUPS PT SMART Tbk pada Selasa, (23/5/2017).

Jimmy Pramono menambahkan Pasar minyak sawit akan terus berfluktuasi, namun kami yakin bahwa prospek jangka panjangnya akan tetap menjanjikan karena produktivitas minyak sawit yang jauh melebihi industri minyak nabati lainnya.

Di bisnis hilir, Perseroan saat ini mengoperasikan 4 pabrik pengolahan PK dengan jumlah kapasitas 480 ribu ton per tahun, 4 pabrik rafinasi dengan jumlah kapasitas 2,9 juta ton per tahun, dan pabrik oleokimia dengan kapasitas 240 ribu ton per tahun. Pada tahun lalu, Perseroan telah mengoperasikan pabrik biodiesel baru dengan kapasitas sebesar 300 ribu ton per tahun.

Perusahaan juga mengelola 16 pabrik kelapa sawit dengan jumlah kapasitas 4,2 juta ton per tahun, Perseroan memproduksi minyak sawit (“CPO”) dan inti sawit (“PK”) masing-masing sebesar 157 ribu ton dan 38 ribu ton pada kuartal yang sama. Tingkat ekstraksi minyak sawit dan inti sawit masing-masing adalah 22,10% dan 5,35%.

Dari luas area tertanam sekitar 138.900 hektar, di mana 138.100 hektar telah menghasilkan, Perseroan berhasil memanen 671 ribu ton tandan buah segar (“TBS”) selama kuartal pertama tahun 2017, 14,5% lebih tinggi dibandingkan kuartal pertama tahun 2016. Hal ini didukung oleh manajemen perkebunan terbaik dan berkurangnya dampak dari kondisi cuaca El Nino yang terjadi pada tahun 2015.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.