Sampai Agustus 2017, Komisi ISPO Sudah Menyerahkan 306 Sertifikat

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Komisi Indonesia Sustainability Palm Oil (ISPO) menyerahkan sertifikat kepada 40 perusahaan kelapa sawit di Indonesia. Hingga Agustus 2017, sudah diserahkan 306 sertifikat ISPO kepada pelaku usaha perkebunan.

Ir. Bambang MM, Direktur Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa ISPO merupakan suatu pengakuan pasar atas pengelolaan perkebunan kelapa sawit dengan baik dan diakui pasar Internasional. Pernyataanini disampaikan dalam sambutan Pembukaan Penyerahan Sertifikasi ISPO di Auditorium Kementrian Pertanian, Jakarta (29/08/2017).

“Maka kita harus bangga dengan ISPO dan menghargai sertifikasi ini, karena kalo masih ada diantara kita ragu dan tidak yakin dengan ISPO. Jangan harapkan orang lain bangga dengan ISPO supaya dunia internasional juga menghargai ISPO“ lanjut Bambang.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono menyatakan dukungannya terhadap kinerja Komisi ISPO dalam mencapai target 100% sertifikasi sawit seluruh perkebunan kelapa Sawit Indonesia. Tidak hanya perkebunan milik pelaku Usaha namun juga perkebunan plasma dan swadaya.

“Kita (Pemerintah, Dunia Usaha, NGO maupun masyarakat) harus sepakat bahwa ISPO ini harus kita dukung karena ISPO merupakan Indikator Keberlanjutan Industri sawit Indonesia,” ucap Joko.

Komisi ISPO terus menjalankan sosialiasi agar target sertifikasi ISPO bisa tercapai secepatnya. Hingga saat ini, pemberian sertifikat ISPO kepada 306 pelaku usaha atau 81,04%, dari jumlah 551 pelaku usaha perkebunan telah mengikuti sosialisasi.

Selain itu, LHA yang diterima sekretariat komisi ISPO sebanyak 376 laporan, dalam proses verifikasi/SKPD dan ditunda sebanyak 70 laporan dan ada pula yang ditunda pengakuannya karena belum adanya kejelasan sebanyak 11 perusahaan.

Sampai Agustus 2017, Komisi ISPO menyetujui 40 sertifikasi bagi perusahaan perkebunan dengan luas areal sebesar 202.427,17 Ha dan produksi CPO sebesar 539.265,88 ton.

Sementara itu, pada April 2017, tim sertifikasi telah menyetujui 40 sertifikasi bagi 38 perusahaan perkebunan, 1 Koperasi Unit Desa (KUD) Plasma dan satu asosiasi kebun swadaya dengan luas areal sebanyak 249.543,37 hektare dan produksi CPO sebesar 861.425,82 Ton.

Ini berarti jumlah sertifikasi ISPO yang diterbitkan dari tahun 2011 sampai 2017 telah mencapai 306 sertifikat dengan luasan 1.882.075 hektare dan total produksi CPO 8.147.013,63 ton

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.