Ribuan Petani Sawit Malaysia Protes Larangan Sawit di Uni Eropa

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Sekitar 1.400 petani kelapa sawit Malaysia memprotes usulan Parlemen Eropa untuk melarang penggunaan komoditas sawit dalam biofuel. Larangan ini dinilai bakalan menghancurkan mata pencaharian masyarakat pedesaan.

Dalam demonstrasi tersebut, petani membawa spanduk bertuliskan “Stop the palm oil Ban” and ” dan “Palm oil provides food for my family”. Mereka berkumpul di pusat kota Kuala Lumpur lalu berjalan menuju Kantor Perwakilan Misi Uni Eropa untuk memberikan petisi, pada Selasa (16 Januari 2018).

“Petani kecil mengandalkan pendapatan kelapa sawit untuk membeli makanan dan mengirim anak-anak mereka ke sekolah. Kami telah membudidayakan sawit selama beberapa dekade, dan sawit membantu pembangunan dan ekonomi Malaysia kaya karena minyak sawit,” kata Aliasak Ambi, Presiden Asosiasi Petani Sawit Malaysia, dalam demonstrasi tersebut.

Demonstrasi tersebut terjadi sehari sebelum Parlemen Eropa memilih sebuah amandemen terhadap rancangan undang-undang tentang energi terbarukan yang meminta penggunaan minyak sawit di biofuel dilarang pada tahun 2021, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan dampaknya terhadap lingkungan.

Pemungutan suara itu penting karena menetapkan posisi parlemen untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah Uni Eropa mengenai bentuk undang-undang energi terbarukan.

Minyak kelapa sawit, yang juga merupakan bahan utama produk dari makanan hingga kosmetik, telah lama menjadi kontroversial sebagai pemerhati lingkungan.

Protes juga muncul dari kalangan pengusaha sawit Malaysia karena sebagai produsen komoditas terbesar kedua di dunia, mengatakan sebuah larangan akan menghancurkan masyarakat pedesaan di mana banyak petani skala kecil bertahan dengan mengolah hasil panen.

Larangan akan mengancam mata pencaharian 650.000 petani kecil dan lebih dari 3,2 juta pelaku diet yang mengandalkan industri kelapa sawit, menurut analisis Malaysian Palm Oil Board.

Penggunaan sawit di sektor lain, seperti makanan dan kosmetik, telah turun di Eropa, sebagian karena tekanan dari kelompok hijau terhadap perusahaan besar, namun telah meningkat dalam biofuel.

Sumber foto: presstv.com

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp