Resolusi Sawit Oleh Parlemen Eropa Dalam Perspektif Perang Minyak Nabati Global (Bagian VI)

Perkebunan Kelapa Sawit Menjadi Lokomotif Perekonomian Pedesaan

Pertumbuhan produksi minyak sawit memiliki keterkaitan dan multiplier yang kuat terhadap sumber daya lokal (local resources based) baik dalam output, nilai tambah, pendapatan maupun tenaga kerja. Hasil penelitian Amzul (2011) dan PASPI (2014) menunjukan bahwa peningkatan CPO pada kawasan sentra produksi CPO di kawasan pedesaan juga terkait dan berdampak luas pada sektor-sektor pedesaan diluar perkebunan kelapa sawit (rural non-farm economy).

Sepuluh sektor yang dimaksud tersebut adalah sebagaimana disajikan, apabila produksi CPO meningkat (misalnya akibat konsumsi, investasi hilir, ekspor) maka manfaat ekonomi yang diciptakan sekitar 60 persen terjadi pada perkebunan kelapa sawit dan sekitar 40 persen manfaat tersebut terjadi di luar perkebunan kelapa sawit (sektor pedesaan) seperti lembaga keuangan, perdagangan/restoran, hotel, transportasi, infrastuktur dan sektor lainnya.

Sektor-Sektor Pedesaan yang Berkembang Akibat Perkebunan Kelapa Sawit

No Sektor
1 Jasa Keuangan
2 Jasa Lainnya
3 Perdagangan, restoran dan hotel
4 Kimia dasar dan pupuk
5 Minyak, gas dan tambang
6 Transportasi
7 Infrastuktur
8 Pengelolaan makanan
9 Peralatan listrik
10 Sektor lainnya

Sumber: Tabel I-O Indonesia (Amzul, 2011)

Mekanisme ini juga bentuk lain, dari pendorong yang kuat (big-push strategy) bagi pengerak roda pembangunan pedesaan. Manfaat ekonomi yang diciptakan akibat pertumbuhan perkebunan kelapa sawit tidak hanya dinikmati oleh masyarakat pelaku/pekerja pada perkebunan kelapa sawit, melainkan sebagian (40 persen) dinikmati oleh masyarakat yang bekerja diluar perkebunan kelapa sawit di pedesaan.

Sumber: GAPKI

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp