Resolusi Sawit Oleh Parlemen Eropa Dalam Perspektif Perang Minyak Nabati Global (Bagian III)

Strategi Dorongan Kuat

Arus utama (mainstream) pembangunan pedesaan Indonesia umumnya menganut paradigma teori  pusat pertumbuhan (growth pole strategy) dari Francois Perroux (1949), yang menatapkan perkotaan sebgai pusat pertumbuhan dan kawasan pedesaan sekitarnya sebagai dampak (hinter land). Dengan berkembangnya kawasan perkotaan diyakini akan menarik perkembangan pedesaan melalui hubungan input-output.

Paradigma pembangunan yang demikian pada kenyatannya memang menciptakan pertumbuhan perkotaan, namun kawasan pedesaan menjadi terbelakang akibat menderita penghisapan modal (capital drain) dan pelarian sumber daya manusia bermutu (brian drain) melalui proses urbanisasi.

Teori alter natif pembangunan pedesaan adlah teori dorongan kuat (big push strategy) yang pertama kali dikembangkan oleh ekonom Paul Rosenstein-Rodan (1943). Menurut pandangan ini pembangunan pedesaan tidak akan berhasil jika ahanya dilakukan secara investasi kecil-kecilan. Pembangunan pedesaan akan berhasil secara signifiksn jika dilakukan dengan cara investasi relatif besar (bigpush) untuk ukuran perekonomian daerah.

Tampaknya pembangunan perkebunan kelapa sawit dalam konteks pembangunan kawasan pedesaan merupakan kegiatan ekonomi pioner. Daerah pedesaan yang umumnya masih kosong, terisolasi dan terbelakang yang ditetapkan pemerintah untuk kawasan pembangunan perkebunan kelapa sawit, dikembangkan oleh perusahaan negara/BUMN (PN), perusahaan swasta (PS) sebagai inti dan masyarakat lokal (PRP) sebagai plasma dalam suatu kerjasama PIR atau bentuk kemitraan lain.

Sumber: GAPKI

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp