Rektor Instiper: 65% Mahasiswa Baru Dari Sumatera

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Institur Pertanian Stiper (Instiper) Jogja menerima 858 mahasiswa untuk tahun akademik 2017/2018. Rektor Instiper Purwadi menjelaskan komposisi mahasiswa baru di Instiper tahun 2017 berasal dari 28 provinsi di Indonesia.

Dari jumlah tadi, Sumatera Utara menjadi penyumbang mahasiswa terbesar dengan komposisi mencapai 29% dari 858 mahasiswa yang diterima. Kemudian disusul Riau dengan persentase 20%, Kalimantan Tengah 7%, Jawa Tengah 6%, Jambi ada 5% dan siswa dari 23 provinsi lainnya di Indonesia.

“Dalam konteks kepulauan 65% dari Pulau Sumatera, 15% Kalimantan dan 14% Jawa, sisanya kepulauan lainnya,” terangnya dalam Pembukaan Kuliah Mahasiswa Baru di Graha Instiper, Yogyakarta, Senin (14/8/2017).

Menurut Purwadi, Instiper sebagai miniatur Indonesia dengan berbagai suku, agama dan daerah tetapi mereka mahasiswa memiliki kebersamaan dan mampu hidup bersama dengan damai. Ketika radikalisme masuk ke kampus, ia bersyukur Instiper nihil soal itu, karena mahasiswa menyadari pentingnya kebersamaan dalam perbedaan.

Saat ini total mahasiswa aktif di kampusnya mencapai 3.476 orang, dengan 858 mahasiswa baru. Dari jumlah tersebut, 134 mahasiswa penerima beasiswa, terdiri atas 10 penerima bidik misi dan 124 penerima beasiswa ikatan dinas dari perusahaan dan pemerintah daerah.

Purwadi menjelaskan untuk tahun ini sebanyak 59% mahasiswa baru masuk dalam minat berbasis kelapa sawit.

“Kami mendapat kepercayaan juga untuk mendidik 200 mahasiswa jenjang diploma satu dengan beasiswa penuh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Calon mahasiswa adalah anak petani sawit,” pungkasnya.

Sumber Foto: Rektor Instiper

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.