Realisasi Serapan Biodiesel Baru 1,48 Juta Kl Sampai Pertengahan 2017

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Penyerapan biodiesel di dalam negeri masih di bawah target dari Januari hingga Juni 2017. Masih rendahnya konsumsi biodiesel non subsidi menjadi faktor utama.

Merujuk data Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan realisasi penggunaan biodiesel mencapai 1,48 juta kilo liter (KL) sampai semester pertama 2017. Realisasi konsumsi itu baru mencapai 32,17% dari target tahun ini sebesar 4,60 juta KL.

Rida Mulyana, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM menjelaskan bahwa target serapan biodiesel hingga pertengahan tahun ini ditetapkan sekitar 2,2 juta KL. “Tetapi, realisasinya barub 1,48 juta KL atau setengah dari target pertengahan tahun ini,” jelas Rida dalam jumpa pers pada pekan lalu.

Rida menyebutkan penetapan target konsumsi biodiesel sebesar 4,60 juta Kl pada tahun ini berdasarkan pertumbuhan ekonomi. Dengan perbandingan realisasi penyerapan tahun lalu sebesar 3,65 juta KL, maka Kementerian optimis target tahun ini tercapai.

Faktor lainnya adalah penetapan target tahun ini merujuk kepada rencana penerapan biodiesel bagi solar non subsidi. Walaupun, penetapan pencampuran Solar non subsidi belum ada payung hukumnya.

Rida mengungkapkan perluasan subsidi biodiesel hingga solar industri menunggu Peraturan Presiden. Pasalnya Perpres 61/2015 masih menyebut subsidi biodiesel untuk menutup selisih harga biodiesel dan Solar. Tetapi Permen ESDM 26/2016 sudah mengatur perluasan subsidi biodiesel tersebut.

Tanpa adanya revisi Perpres maka mandatori pencampuran biodiesel tetap mengacu pada peraturan yang berlaku. Itu sebabnya, penyerapan biodiesel dalam setahun ini diperkirakan sekitar 3 juta ton.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.