Penyumbang GHG Terbesar Bukan Sektor Pertanian

Berdasarkan data-data emisi pertanian Indonesia yang dikeluarkan oleh FAO (2013), menunjukan bahwa sumber GHG pertanian Indonesia berasal dari perternakan (enteric fermentataion) sebesar 13 persen, kptoran ternak di padang pengembalaan (manure left on pasture) sebesar 7 persen, pengunaan pupuk pabrik (synthetik fertilizers) sebesar 12 persen, budidaya padi (rice cultivation) sebesar 39 persen,pengelolaan limbah ternak (manure management) sebesar 5 persen, limbah tanaman (crop residues) sebesar 3 persen, pemenfaatan pupuk kandang (manure applied to soils) sebesar 2 persen, pemenfaatan lahan gambut (cultivated organic soils) sebesar 19 persen dan pembakaran sisa tanaman (burning crop residues).

Berdasarkan data tersebut, sumber emisi GHG pertanian Indonesia terbesar adalah dari kegiatan pertanian padi (39 persen) dan kegiatan terkait perternakan (27 persen) sehingga kedua komoditas tersebut menyumbang 66 persen GHG pertanian Indonesia. Sedangkan komoditas perkebunan sawit dapat dipastikan bukan penyumbang GHG utama pertanian Indonesia.

Sumber: Mitos vs Fakta, PASPI 2017

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp