PBB Apresiasi Komitmen Industri Sawit Terhadap Produktivitas dan Keberlanjutan

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Pertemuan tingkat tinggi para pemangku kepentingan di Markas PBB New York menjadi milestone bagi sektor kelapa sawit Indonesia. Di forum ini, pemerintah dan dunia usaha satu suara menegaskan posisi Indonesia terkait pengembangan sektor kelapa sawit yang berkelanjutan. 

“Penguatan ISPO adalah komitmen nyata dari pemerintah dan dunia usaha di Indonesia untuk membangun sektor perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan,” kata Musdhalifah Machmud, Deputi Bidang Pangan dan Pertanian Kementerian Perekonomian, saat memberikan pidatonya pada forum internasional yang digagas UNDP di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York, Amerika Serikat, Rabu (6/9/2017) waktu setempat.

Poin yang akan dicapai dalam forum dunia yang dihadiri sekitar 300 delegasi dari berbagai negara tersebut, bagaimana dunia bisa menyeimbangkan kebutuhan produksi dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan. Selain Musdhalifah, Ketua Umum GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Joko Supriyono juga berbicara dalam forum tersebut.

Dalam paparannya, Joko Supriyono menegaskan bahwa dunia usaha di Indonesia sangat berkomitmen untuk mencapai tata kelola perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan. Saat ini, dunia usaha dan pemerintah bahu-membahu bagaimana meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit khususnya bagi petani (smallholders).

“Alih-alih melakukan ekspansi lahan, kami berfokus pada upaya meningkatkan produktivitas tanaman,” kata Joko.

Joko mengatakan, di tengah tuntutan akan keberlanjutan, Indonesia tetap harus menjaga posisinya sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia. “Tentu saja produsen minyak sawit terbesar dan paling berkelanjutan,” kata Joko yang disambut aplaus para peserta.

Paparan Joko Supriyono mendapat sambutan yang positif dari para peserta termasuk dari UNDP (Badan PBB untuk Program Pembangunan).

Salah satunya dari Andrew Bovarnick, Global Head UNDP yang mengatakan sektor kelapa sawit mendapat sorotan terkait isu deforestasi hingga kebakaran lahan. Dengan kehadiran ISPO akan menjadi instrumen berharga untuk mencapai tata kelola sawit yang berkelanjutan.

“Tetapi, kita sudah mendengar bagaimana pemerintah dan dunia usaha di Indonesia berkomitmen untuk menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan,” kata Andrew yang menjadi pemandu diskusi.

Dalam forum UNDP ini, juga hadir sebagai pembicara antara lain Menteri Pertanian Liberia Seklau E. Wiles, Wakil Menteri Pertanian bidang Peternakan Paraguay Marcos Medina, dan Presiden Sociedade Rural Brasil Marcelo Vieira.

Selain sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia, pertemuan tingkat tinggi UNDP ini juga membahas isu keberlanjutan di Liberia, Paraguay, dan Brasil.

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.