Menteri Enggartiasto Kunjungi Refineri Wilmar di Nigeria

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Nigeria, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berkunjung ke PZ Wilmar, salah satu perusahaan yang menggunakan CPO Indonesia di Nigeria.

PZ Wilmar adalah perusahaan joint venture antara Wilmar International dan PZ Cussons International. PZ Wilmar yang berdiri sejak 2010 yang ditopang perkebunan sawit seluas 26.000 hektare. Perusahaan menghasilkan dua produk minyak goreng yaitu Devon King’s dan Mamador

Saat ini, utilisasi PZ Wilmar baru 32 persen dari total kapasitas produksi. Sebagai informasi, PZ Wilmar mengambil kebutuhan bahan baku CPO sebanyak 80 persen dari Indonesia dengan total impor sebanyak 8.000 ton per bulan. Tetapi, perusahaan tidak dapat maksimal dalam penyerapan bahan baku akibat tingginya bea masuk CPO di Nigeria.
Apabila tidak ada hambatan, impor CPO untuk kebutuhan bahan baku PZ Willmar dapat menyerap 30.000 ton per bulan.

Menteri Perdagangan didampingi Dirjen PEN Arlinda Jazid, Direktur Perundingan Bilateral, Made Marthini, Kepala Pusat Pengkajian Kerja Sama Perdagangan Internasional, Sri Nastiti Budianti, dan Direktur P2IE Tuti Prahastuti melakukan kunjungan ke pabrik PZ Wilmar dan Free Trade Zone di Nigeria yang merupakan kawasan industri dan pelabuhan yang bebas pajak.

Hingga saat ini ada 4 (empat) perusahaan yang mendaftar pada FTZ, perusahaan ini bergerak di sektor business park, refinery CPO, susu, Indomie packaging. Para pelaku usaha Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan keberadaan FTZ dengan baik guna demi meningkatkan ekspor Indonesia ke Nigeria

Pada 2016, total perdagangan antara kedua negara mencapai 1,6 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor Indonesia mencapai 310,8 juta dolar AS dan nilai impor sebesar 1,28 miliar dolar AS. Defisit bagi Indonesia sebagian besar berasal dari impor minyak dan gas.

Dari sektor nonmigas, sesungguhnya Indonesia mengantongi surplus 302,72 juta dolar AS. Produk ekspor nonmigas Indonesia ke Nigeria antara lain kertas, kelapa sawit, dan turunannya seperti halnya ekspor utama negara-negara Asia Tenggara ke Afrika yaitu antara lain obat-obatan dan bumbu-bumbu.

Sumber foto: kemendag

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.