Menjamurnya Kemitraan di Perkebunan Kelapa Sawit

Dikaitkan dengan program pengembangan perkebunan dengan ekonomi lokal, ada beberapa bentuk kemitraan yang dilakukan yakni: (1) Kemitraan inti plasma, (2) Kemitraan petani sawit mandiri, (3) Kemitraan dengan UKM pemasok barang dan (4) Kemitraan dengan UKM pemasok jasa. Keempat bentuk kemitraan tersebut berjalan pada perusahaan perkebunan kelapa sawit sesuai dengan fase perkembangan perusahaan yang bersangkutan. Distribusi nilai transaksi kemitraan untuk keempat jenis kemitraan tersebut, pembelian TBS plasma 41,2%, pembelian TBS petani mandiri 28,6%, pembelian barang mitra lokal 13,7% dan pembelian jasa dari mitra lokal 16,5%.

Kemitraan inti plasma merupakan kwajiban sebagai mana diatur dalam Undang-undang Perkebunan dan peraturan pelaksanaannya yang menetapkan bahwa kemitraan perusahaan dengan sawit rakyat minimum 20 persen. Secara umum, kebun sawit rakyat yang mencapai 42 persen pada tahun 2014 menunjukan bahwa kemitraan anata perusahaan dengan sawit rakyat sudah berjalan bahakan di atas syarat minimum yang di tetapkan yakni 20 persen.

Nilai tran saksi kemitraan yang terbesar adalah dalam hubungan inti plasma yakni pembelian TBS plasma yang mencapai 41 persen dari total nilai transaksi kemitraan. Kemudian diikuti dengan nilai transaksi kemitraan petani sawit mandiri, supplier barang dan supplier jasa. Dibandingkan dengan nilai transaksi 2006 (2006 = 100) secara nilai riil transaksi kemitraan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bahkan pada tahun 2013 indeks nilai kemitraan mencapai 357 yang berarti nilai transaksi kemitraan tahun 2013 meningkat lebih dari 3 kali lipat dari nilai tahun 2006.

Data diatas menunjukan bahwa perkebunan kelapa sawit secara umum telah melakukan kemitraan yang makin meningkat dari tahun ke tahun. Kemitraan yang ada memang masih kurang dibandingkan banyaknya permintaan masyarakat lokal. Selain itu mungkin juga belum semua perusahaan perkebunan kelapa sawit mengembangkan pola kemitraan yang diharapkan. Kebutuhan akan kemitraan dari masyarakat tersebut secara bertahap masih perlu ditingkatkan dan diperluas agar pertumbuhan dan pemerataan pembangunan berjalan seiring.

Sumber: Mitos vs Fakta, PASPI 2017

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp