fbpx

Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XXXVIII)

Baru tiga tahun kemudian penerapan konsep REDD itu mulai bergerak, tepatnya pada 26 Mei 2010. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, atas nama Pemerintah Indonesia, menyepakati kerjasama konservasi karbon dengan pemerintah Norwegia yang diwakili  Menteri Lingkungan Hidup dan Pembangunan Internasional Erik Solheim. Penandatanganan kesepakatan berbentuk Letter of Intent (LoI) REDD itu sebagian dari komitmen bersama untuk mengatasi perubahan iklim dengan nilai 1 miliar dolar AS. Penandatangan itu merupakan hasil pembicaraan bilateral Presiden Yudhoyono dengan Perdana Menteri Norwegia, Jens Stoltenberg, di Oslo, Norwegia.

Saya lebih menghargai pandangan yang lebih obyektif seperti yang dilakukan Jack Gibbs dari Prince Charles Rainforest Project. Ketika berkunjung ke Indonesia, dia menemui saya dikantor Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), lalu menerangkan sikapnya. Dia mengakui bahwa negara-negara maju juga membuka hutan beberapa ratus tahun yang lalu untuk membangun perekonomian. Saat itu belum disadari ancaman pemanasan global. Sekarang, negara berkembang ingin membangun perekonomian dan untuk iti perlu membuka hutan. Karena cara itu akan merugikan dunia, harus dicegah. Tetapi negara-negara maju tadi harus bersedia membantu agar pembangunan perekonomian itu bisa tercapai. Pandangan seperti ini jauh lebih baik. Cara pandang seperti itu yang saya hargai.

Sumber : Derom Bangun

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp