Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XXII)

Acaara diskusi dalam rangkaian program Bioenergy 2007 itu dilangsungkan pada 20-21 September . Dalam diskusi yang bertema “The Food Versus Fuel Debet” tersebut akan hadir pula Ketua Serikat Petani Inggris (UK National Farmers Union) Dr. Jhonathan Scurlock, yang bersama-sama saya akan menghadapi Greenpeace dan Biofuel Wacth di pihak lain.

Selama di London, saya menemui Dorab Mistry, seorang teman lama yang sering bersma-sama menyampaikan makalah dalam konfrensi mengenai prediksi harga sawit dunia. Sambil makan siang di sebuah restoran India dekat Marbel Arch, dia mengambarkan kepada saya tentang perkembangan isu sawit dan lingkungan di Eropa. Pembicaraan itu akan saya gunakan sebagai bahan diskusi debat nanti.

Acara diskusi diselengarakan di Aula Mandela Theater, yang masih berada diwlayah Said Business School, Oxford. Di ruangan itu sudah hadir ratusan peserta. Para peserta diminta untuk menyimak diskusi dan perdebatan yang terjadi. Di akhir acara, biasanya mereka diminta untuk jejak pendapat, menunjukan kesesuaian pendapat mereka pada salah satu pihak yang menjadi panelis. Semua panelispun datang memenuhi undangan.

Moderator mulai dengan memperkenalkan panelis yang empat orang. Dua orang diwakili Greenpeace dan Biofuel Wacth mengajukan mosi: bahwa pengunaan minyak nabti, terutama minyak sawit, menjadi bahan akan berakibat buruk  bagi dunia. Karena itu harus dicegah . Saya yang mewakili GAPKI dan Jonathan Scurlock , Ketua Serikat Petani Inggris, akan menyampaikan bantahan. Setelah kata pengantar moderator, debat dimulai dari panelis pertama, dari Greenpace.

Sumber : Derom Bangun

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp