Lemahnya Pembelian Tiga Negara, Ekspor CPO Tergerus 15%

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Menurut data yang diolah oleh GAPKI, ekspor minyak sawit (CPO dan turunannya) Indonesia termasuk biodiesel dan oleochemical pada September tercatat menurun 15,5% dibandingkan dengan Agustus lalu, atau dari 2,23 juta ton di Agustus turun menjadi 1,89 juta ton pada September.

Dalam rilis GAPKI,  Ekspor minyak sawit Indonesia tergelincir karena lemah permintaan pasar global terutama negara-negara Uni Eropa, Amerika Serikat (AS) dan China. Hal ini karena stok yang menipis menyebabkan harga minyak sawit global melonjak sehingga para traders memilih menunggu produksi membaik sehingga stok mulai menumpuk yang berpengaruh pada penurunan harga.

Ekspor CPO dan turunannya ke negara-negara tujuan utama juga membukukan penurunan yang siginifikan terutama ke negara tujuan utama ekspor, seperti negara-negara Uni Eropa mencatatkan penurunan 55% atau dari 486,05 ribu ton pada Agustus menurun menjadi 216,59 ribu ton di September. China menyusul mencatatkan penurunan 11% atau dari 267,98 ribu ton pada Agustus tergerus menjadi 239,42 ribu ton di September. Kemudian penurunan permintaan diikuti oleh India 7% dan negara-negara Timur Tengah 11,45%.

Kenaikan permintaan minyak sawit Indonesia pada September dicatatkan oleh Pakistan sebesar 17% atau dari 125,15 ribu ton naik menjadi 146 ribu ton. Kenaikan tipis dibukukan oleh Bangladesh sebesar 4% dan negara-negara Afrika 1%.

Harga CPO sepanjang bulan September bergerak di kisaran US$ 740 – US$ 795 per metrik ton. Harga yang tinggi membuat para traders menahan pembelian sambil menunggu stok meningkat. Sementara itu harga sepanjang Oktober bergerak di kisaran US$ 690 – US$ 755 per metrik ton. Harga mulai tergerus karena melemahnya permintaan pasar global.

GAPKI memperkirakan harga CPO global masih akan bertahan di kisaran US$ 720 – 750 per metrik ton sepanjang November 2016. Sementara itu pemerintah Indonesia telah menetapkan pengenaan bea keluar nol pada bulan November karena harga rata-rata CPO berada di bawah batas bawah aturan pengenaan bea keluar yaitu US$ 750 per metrik ton.

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.