Kunci Sukses Mendapatkan Benih Sawit Unggul Investasi Yang Sering Terlupakan (Bagian IX)

Masalah ketersedian benih sawit yang tidak seimbang antara penawaran dan permintaan (supply-demand) tidaklah hanya tergantung pada jumlah benih yang tersdia dan dibutuhkan. Masalah tersebut juga tergantung pada beberapa faktor pembatas yang dihadapi baik oleh para produsen maupun konsumen benih dan belum memadainya pasar benih sawit. Dinamika perkembangan penawaran dan permintaan benih unggul sawit di Indonesia sejak tahun 1997 dan perkiraanya hingga tahun 2020.

Hingga tahun 2009 memang masih terjadi kekurangan produksi benih sawit. Namun, setelah tahun 2009 diperkirakan penyediaan benih melampaui permintaan benih sawit. Diperkirakan di Indonesia kebutuhan benih berkisar 150 juta benih pertahun untuk penanaman baru dan peremajaan tanaman sawit seluas 750.000 hektar per tahun (KADIN, 2010).

Terbatasnya kesediaan benih sawit sebelum tahun 2009 menyebabkan terbentuknya pasar benih sawit ilegal. Benih sawit ilegal merupakan benih yang tidak jelas asal usulnya dan diproduksi tanpa mengikuti kaidah pemuliaan tanaman dan sangat merugikan konsumen karena produksi buah lebih rendah. Tanaman cenderung lebih lambat  berbuah dan rentan terhadap pernyakit. Pada akhirnya hal tersebut berdampak terhadap pengembalian modal yang lebih lambat. Walaupun sejak tahun 2009 jumlah benih sawit yang diproduksi telah melampaui permintaan pasar benih, hingga saat ini masih banyak ditemukan pengunaan benih ilegal Hal tersebut disebabkan oleh minimnya informasi atau publikasi dan sosialisasi tentang pentingnya penguanaan benih bersertifikat yang baik dan bermutu.

Sumber: Hendra Halomoan Sipayung, Tony Liwang

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp