Kuartal Pertama 2017, Laba Bersih Dharma Satya Meroket 749%

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (Perseroan)  mencatat kenaikan penjualan kuartal pertama tahun ini sebesar 62% menjadi Rp 1,26 triliun. Faktor penopang berasal  dari kenaikan produksi Tandan Buah Segar (TBS) Perseroan dan membaiknya harga CPO selama tiga bulan pertama tahun ini.

Direktur Utama Perseroan Andrianto Oetomo mengatakan TBS yang diproduksi Perseroan selama tiga bulan pertama tahun ini mencapai  389 ribu ton, naik sekitar 53%  dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Kenaikan ini pengaruh mulai normalnya curah hujan setelah dampak El-Nino tahun lalu dan juga karena naiknya jumlah hektar kebun inti yang sudah menghasilkan sekitar 4.248 hektar,”ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi, pada Jumat (28/5/2017).

Sampai dengan akhir Maret 2017, jumlah lahan tertanam kebun sawit Perseroan mencapai 90.288 hektar dengan total kebun yang sudah menghasilkan  mencapai 72.006 hektar dan usia rata-rata mencapai 8,6 tahun.

Akibat dari hal tersebut, produksi CPO Perseroan juga naik sekitar 37% menjadi  99 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun 2016 lalu yang mencapai 72 ribu ton.

Selain itu, harga CPO juga cenderung membaik dalam beberapa bulan terakhir ini.  Pada kuartal I 2017, harga penjualan rata-rata CPO Perseroan mencapai Rp 8,8 juta per ton, atau naik sekitar 15% dibandingkan kuartal I 2016 sekitar Rp 7,7 juta per ton.

Sementara itu, untuk segmen usaha produk kayu, Perseroan masih mampu meningkatkan volume volume penjualan engineered floor sebesar 10%, meskipun harga rata-ratanya turun sekitar 4,9%.

Pada kuartal I 2017, Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 407 miliar naik sebesar 124% dibandingkan kuartal I 2016, dengan margin laba kotor sekitar 32%. Sedangkan laba usaha juga naik sekitar 239% menjadi Rp 247 miliar, dengan margin laba operasi sekitar 20%.

Dengan demikian, Perseroan berhasil membukukan laba bersih (yang diatribusikan kepada entitas induk)  sebesar Rp 120 miliar, naik signifikan sekitar 749% dibandingkan kuartal I 2016  yang hanya Rp 14 miliar.

Pada Maret 2017, Perseroan juga sudah memulai proses uji coba produksi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) ketujuh yang berlokasi di Muara Wahau, Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, dengan kapasitas produksi sekitar 60 ton TBS per jam, sehingga total kapasitas produksi PKS Perseroan mencapai 450 ton per jam.

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.