Komisaris PTPN III Holding Dikurangi 21 Orang

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Holding merombak jajaran Dewan Komisaris dari anak perusahaan PTPN I hingga PTPN XIV. Relawan Joko Widodo-Jusuf Kalla masuk posisi komisaris independen.

Sebulan pasca restrukturisasi direksi PTPN I sampai XIV,  jajaran komisaris di 13 PTPN mengalami perombakan.  Perubahan berlangsung di 13 PTPN yaitu, yakni PTPN I, PTPN II, PTPN IV, PTPN V, PTPN VI, PTPN VII, PTPN VIII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, PTPN XIII, dan PTPN XIV.

“Perubahan dan penyesuaian ini akan membuat sinergi yang baru. Saya mempercayai perubahan ini akan memperkaya, mendorong dan akselerasi untuk mencapai kejayaan PTPN melalui penyesuaian direksi itu. Seperti PTPN III, sejak Juni sampai Agustus mampu naikkan CPO sebesar 30%, itu semua bentuk usaha dan kerja sama,” kata Direktur Utama PTPN III Holding (Persero) E Massa Manik dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jajaran Baru Komisaris PTPN I hingga PTPN XIV, di Jakarta, pada awal September.

Perubahan jajaran dewan komisasi PTPN meliputi tiga jabatan strategis, yakni Komisaris Independen, Komisaris Utama dan anggota Komisaris. Posisi Dewan Komisaris diharapkan sebagai tim pengawas yang efektif untuk memperbaikan manajemen perusahaan.

“Dukungan dewan Komisaris sangat diperlukan untuk mengawasi dan menegur langsuung manajemen demi tujuan perbaikan. Apalagi sudah diperkuat dengan Komisaris Independen yang lebih netral, lebih berani dan apa adanya,” tambah  Elia Massa. 

Jumlah Komisaris yang dirampingkan dari PTPN I hingga PTPN XIV dari semula 62 orang menjadi 41 orang, seiring dengan perampingan jajaran direksi. Selain itu, ada 13 anggota Komisaris yang diangkat diantaranya tujuh orang menjabat Komisaris Independen, 4 Komisaris Utama, dan 2 anggota Komisaris. 

Sedangkan pada pengalihan tugas, dari 11 orang, sebanyak 6 orang anggota Komisaris diubah tugasnya menjadi Komisaris Independen, 4 orang menjadi Komisaris Utama, dan 1 orang menjadi anggota Komisaris. 

Adapun Komisaris Independen yang baru diangkat adalah Rustam Efendy N (PTPN II), Osmar Tanjung (PTPN IV), Tonny Harisman Soetoro (PTPN VI), R Juniono Soehartjahjono S (PTPN VII), Antonius Harso Waluyo Witono (PTPN VIII), Arvan Rivaldy Raebion Siregar (PTPN X), dan Martinus Sembiring (PTPN XIII).

Sementara itu, Komisaris yang dialihkan tugasnya menjadi Komisaris Independen adalah Ari Maulana (PTPN I),  Ari Dwipayana (PTPN V), Bambang Risyanto (PTPN IX),  Nus Nuzulia Ishak (PTPN XII), Achmad Yahya (PTPN XIV), dan Fadhil Hasan (Komisaris Independen merangkap Komisaris Utama PTPN XI).

Sedangkan, Komisaris Utama yang baru adalah E Massa Manik (PTPN IV), Amrizal (PTPN V), Banun Harpini (PTPN VI), dan Agus Pakpahan (PTPN VII). Sementara itu, komisaris yang dialihtugaskan menjadi Komisaris Utama adalah Karen Tambayong (PTPN VIII), Suharnomo (PTPN IX), Siswaluyo (PTPN XII), dan Ambo Ala (PTPN XIV).

Dalam pergantian ini sejumlah relawan aktivis Joko  Widodo-Jusuf Kalla memegang posisi komisaris independen di PTPN. Sebut saja Osmar Tanjung adalah Sekjen Seknas Jokowi pada pemilihan presiden pada 2014. Ada pula Ari Dwipayana mantan anggota Tim 11 Joko Widodo (Jokowi) dan menjabat staf khusus Presiden Joko Widodo.

Komisaris Independen bertugas mendorong penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik di dalam perusahaan melalui pemberdayaan dewan komisaris agar dapat melakukan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada jajaran direksi secara efektif dan lebih memberikan nilai tambah bagi perusahaan.  

“Komisaris independen baik yang baru diangkat maupun yang dialihtugaskan berjumlah 13 orang dari total 24 orang komisaris baik yang baru diangkat maupun pengalihan,” ujar Massa Manik. (Qayuum Amri)

sumber foto: bumn.go.id

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.