Kerja BPDP Sawit Diapresiasi, Capaian Mandatori Biodiesel 18,6%

JAKARTA, SAWIT INDONESIA –  Kinerja Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit selama setahun ini mendapatkan apresiasi positif Kementerian Bidang Perekonomian.

Direktur Utama BPDP Sawit Bayu Krisnamurthi melaporkan target campuran 20% berhasil dijalankan, ini terbukti sampai Juni ini penyerapan diperkirakan sampai 18,6%.

“Itu sudah baik kita bisa mencapai 18,6 dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada,” kata Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengapresiasi pencapaian tersebut dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Kelapa Sawit Dan Biodiesel, di Jakarta, Kamis (16/6).

Hadir dalam rapat ini antara lain Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Direktur Utama BPDP Sawit Bayu Krisnamurthi. Rapat ini membahas evaluasi satu tahun BPDP Sawit. Selain itu, membahas studi skema keberlanjutan  BDPD Sawit. Selain itu juga turut dibahas tata kelola rapat komite pengarah.

“Kita sepakat melakukan studi skema sustainabilitas tersebut. Kita perlu memperhatikan kredibilitas sistem, perlu analisis yang lebih transparan untuk menunjukkan akuntabilitas kita. Kita harus agendakan rapat yang khusus membahas ini”, ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat memimpin rapat dalam keterangan tertulis.

Keberlanjutan BPDP  Kelapa Sawit mempertimbangkan sejumlah  skenario harga minyak dan harga sawit, diperlukan untuk bahan keputusan Komite Pengarah. Studi ini diperlukan bukan hanya untuk menjamin keberlangsungan program BPDP Sawit melainkan program bioenergi.

Terkait peremajaan kebun rakyat, Bayu menyebutkan terdapat skema menarik yang merupakan kreativitas petani yang perlu mendapat dukungan pemerintah. Selain itu, capaian setahun BPDP Sawit lainnya adalah riset dan pelatihan.

“Kami telah menyeleksi beberapa judul riset untuk dibiayai yang bisa berdampak pada industri. Kami juga memfasilitasi lebih kurang 5.000 petani untuk mengikuti pelatihan dengan berbagai topik untuk peningkatan kapasitas mereka,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Bayu, dana sawit digunakan untuk memberikan beasiswa kursus sawit  untuk sekitar 700 siswa dan mahasiswa, 400 di antaranya adalah anak petani yang nantinya akan menjadi pengelola kebun ataupun koperasi di tempatnya. (Qayuum)

Sumber foto: ekon.go.id

 

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.