Kebijakan Nasional dalam Industri Sawit Menuju Ekonomi Indonesia pada Urutan 10 Besar Dunia (Bagian X)

Jika dibandingkan dengan kawasan lainnya, kawasan Eropa Timur meningkat dengan laju 2.09 persen per tahun, Eropa Barat 1,29 persen per tahun dan Uni Eropa 1,55 persen per tahun. Pertumbuhan GDP per kapita di negara maju dan Amerika Serikat masing-masing adalah 1,62 persen per tahun dan 1,26 persen per tahun.

GDP per kapita tertinggi adalah Singapura, diikuti Malaysia dan Uni Eropa. Indonesia relatif masih rendah dan kurang lebih sama dengan India. Yang menarik adalah GDP per kapita China, yang bertumbuh pesat dari tahun 2015 hingga 2050 dengan posisi sedikit dibawah Amerika Serikat.

Seiring dengan meningkatnya penduduk dan GDP, maka konsumsi minyak nabati juga akan meningkat per kapita per tahun, dan hal ini akan mempengaruhi pasar minyak nabati dunia dimasa mendatang. Tahun 2014 konsumsi minyak nabati utama dunia adalah 136,13 juta ton, yang terdiri atas minyak sawit (palm oil) 52,45 juta ton atau 38,53 persen, minyak kedelai (soybean oil) 45,01 juta ton atau 33,09 persen, minyak rapeseed (rapeseed oil) 25,30 juta ton atau 18,59 persen dan minyak bunga matahari (sunflower oil) 13,37 juta ton atau 9,82 persen.

Dibandingkan dengan tahun 2020 konsumsi minyak nabati utama dunia meningkat 12,49 persen menjadi 153,14 juta ton. Sumber konsumsi utama minyak nabati dunia diperoleh dari minyak sawit 39,85 persen, minyak kedelai 32,81 persen, minyak rapeseed 18,01 persen dan minyak bunga matahari 9,34 persen. Perubahan pangsa diatas dipengaruhi oleh perbedaan laju pertumbuhan konsumsi masing-masing minyak nabati.

Sumber : GAPKI

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp