Kalah di WTO, Tarif Anti Dumping Biodiesel Eropa Ditunda

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Komisi Uni Eropa menunda keputusan tarif anti-dumping terhadap produk biodiesel Argentina dan Indonesia yang berlaku saat ini. Langkah ini diambil menyikapi kebijakan World Trade Organization (WTO) yang menyatakan tarif anti dumping tidak adil.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Verband der Deutschen Biokraftstoffindustrie (VDB), Badan Perdagangan Jerman pada pekan lalu, sejumlah besar negara anggota Uni Eropa khawatir apabila tarif impor biodiesel diturunkan karena akan berdampak negatif pada industri biodiesel Eropa.

Tarif masuk biodiesel tersebut dilakukan di negara-negara Uni Eropa pada bulan November 2013, dengan alasan bahwa blok tersebut mengatakan bahwa produsen diberi keuntungan yang tidak adil karena kebijakan pajak ekspor yang berbeda di negara-negara tersebut.

Baik Indonesia dan Argentina telah mengajukan keluhan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). WTO memutuskan pada musim gugur 2016 bahwa kebijakan tarif anti dumping Uni Eropa tidak adil.

Setelah keputusan WTO, Komisi Eropa diberi tenggat waktu 10 Agustus 2017 untuk memberikan keputusan mengenai tarif tersebut.

Sebagai informasi, munculnya tarif anti dumping biodiesel karena produk biodiesel asal Indonesia dan Argentina dinilai lebih murah daripada bahan bakunya: minyak kedelai dan minyak sawit mentah (CPO).

Tarif berkisar antara 8,8% -20,5% untuk produsen Indonesia dan 22% -25,7% untuk produsen Argentina.

Direncanakan pemberlakuan tarif akan berakhir pada November 2018, namun Komisi sekarang meminta perpanjangan, dengan pertemuan berikutnya dimana tarif dapat didiskusikan karena akan berlangsung pada tanggal 7 September.

Pada Maret 2017, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengaku telah melayangkan surat kepada World Trade Organization (WTO) keberatannya atas besarnya penerapan bea masuk anti-dumping (BMAD) pada produk biodiesel Indonesia di pasar Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa.

Hal itu dilakukan Mendag Enggartiasto ke WTO, sebab lembaga tersebut merupakan satu-satunya organisasi internasional yang mengatur perdagangan internasional.
“Kami sudah menyampaikan ke WTO, kita keberatan,” kata Enggartiasto.

Pasca penetapan tarif anti dumping oleh Uni Eropa, kinerja ekspor biodiesel dari Indonesia ke Uni Eropa turun 72,34 persen atau turun dari 635 juta dollar AS pada 2013 menjadi 9 juta dollar AS pada

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.