fbpx

Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian CLXIII)

Perbandingan Ekofisiologi Perkebunan Kelapa Sawit dengan Hutan Tropis

Indikator Hutan Tropis Perkebunan Kelapa Sawit
Asimilasi kotor (ton CO2/ha/tahun)

Total respirasi (ton CO2/ha/tahun)

Asimilasi neto (ton CO2/ha/tahun)

Indeks luas daun

Efisiensi fotosintesis (%)

Efisiensi konversi radiasi (g/mj)

Total biomas diarea (ton/ha)

Incremental biomas (ton/ha/tahun)

Produktivitas bahan kering (ton/ha/tahun)

Produktivitas oksigen  (O2) (ton O2/ha/tahun)

Evapotranpirasi (mm/tahun)

Cadangan air tanah s/d kedalaman 200 cm (mm)

Penerusan curah hujan kepermukaan tanah (%)

Laju infiltrasi lapisan solum 0-40 cm (ml/cm3/menit)

Kelembaban udara (%)

163,5

121,1

42,4

7,3

1,73

0,86

431

5,8

25,7

7,09

1560-1620

59-727

85

30-90

90-93

161,0

96,5

64,5

5,6

3,18

1,68

100

8,3

36,5

18,70

1610-1750

75-739

87

10-30

85-90

Sumber: Henson (1999), PPKS (2004,2005)

Perkebunan Kelapa Sawit Menyerap CO2 dari Atmosfir Bumi

Pemanasan global merupakan fenomena meningkatnya temperatur udara atmosfir bumi akibat peningkatan intensitas efek rumah kaca (green house effect) pada atmosfir bumi. Peningkatan efek rumah kaca tersebut disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca (green house gases) yang mempunyai konsentrasi alamiah sedemikian rupa, sehingga panas matahari semakin banyak terperangkap pada atmosfir  bumi (Kiehl, et,al., 1957; IPCC, 1991, 2001, 2007; Isaac and Brian, 2000; Hansen, et,al., 2000; IEA 2009, 2010, 2012; World Bank, 2010; Sumarwoto, 1992). Gas-gas rumah kaca yang dimaksud antara lain karbondioksida (CO2), Methane (CH4), Nitrous Oxside (NxO) dan gas buatan manusia.

Konsentrasi CO2 (yang merupakan komponen terbesar gas rumah kaca di atmosfir bumi), telah mengalami peningkatan dari 280 ppmv tahun 1800-an menjadi 353 ppmv tahun 1990-an (IPCC, 1991) dan pada tahun 2005 meningkat menjadi 379 ppmv (IEA, 2012).

Sumber emisi CO2 global berasal dari aktivitas manusia yakni energi (56 persen), pertanian (13,8 persen), industri (14,7 persen), land use change (12,2 persen), dan limbah (3,2 persen) (IEA, 2011). Kontributor terbesar (Top Ten Emiter) emisi CO2 adalah China, USA, India, Rusia, Jepang, Jerman, Iran, Kanada, Korea Selatan, Inggris. Top ten emiter dunia tersebut mencapai 65 persen dari total emisi CO2 global tahun 2010. Pangsa Indonesia dalam total emisi CO2 global hanya 1,3 persen (IEA, 2012).

Sumber : GAPKI

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp