Industri Minyak Sawit Indonesia Berkelanjutan (Bagian XVI)

  • Rantai Pasok Minyak Sawit

Kegiatan ekonomi industri minyak sawit (supply chain) dimulai dari industri pembibitan, perkebunan kelapa sawit, pengelolaan TBS menjadi CPO, pengelohan CPO lebih lanjut.

Industri Pembenihan Kelapa Sawit.  Mata rantai yang paling hulu dari industri kelapa sawit adalah industri pembibitan. Industri pembenihan merupakan industri cetak biru (blue print) dari rantai pasok minyak sawit. Cetak biru sifat-sifat ekonomis kelapa sawit seperti produktivitas dan rendemen minyak sebagian besar ditentukan pada industri pembenihan ini.

Penyediaan benih kelapa sawit yang bermutu baik untuk penanaman ulang (replanting)kebun kelapa sawit yang yang telah ada maupun kebutuhan perluasan areal baru, sangat penting untuk menjamin keberlanjutan agribisnis minyak sawit. Dengan luas perkebunan sawit Indonesia tahun 2013 sekitar 10 juta hektar, dan dengan asumsi umur produktif tanaman kelapa sawit 25 tahun, maka untuk menjamin keberlanjutan rantai pasok minyak sawit memerlukanreplanting 4 persen dari luas areal atau setara dengan 400 ribu hektar setiap tahun.

Perusahaan yang bergerak dalam pembenihan kelapa sawit di Indonesia dalam sepuluh tahun (sejak reformasi) mengalami peningkatan pesat. Bila pada masa orde baru, pembenihan kelapa sawit hanya satu perusahaan yakni Pusat penelitian Kelapa Sawit (PPKS), perusahaan yang terbesar pada beberapa provinsi dengan kapasitas industri pembenihan kelapa sawit nasional sebesar 256 juta kecambah per tahun.

Sumber: PASPI

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp