Industri Minyak Sawit Indonesia Berkelanjutan (Bagian XLV)

Jika output perkebunan kelapa sawit (produksi CPO) bertumbuh, sekitar 40 persen berdampak pada pertumbuhan sektor rural non-farm seperti lembaga keuangan, perdagangan/restoran, hotel, tranportasi, infastuktur, dan sektor-sektor lain (Azmul, 2011). Hal ini berarti pertumbuhan perkebunan kelapa sawit tidak hanya terjadi pada perkebunan kelapa sawit, melainkan sebagian (40 persen) dinikmati masyarakat yang bekerja diluar perkebunan kelapa sawit di pedesaan.

Dengan perkataan lain, pertumbuhan perkebunan kelapa sawit di kawasan pedesaan akan meningkatkan kapasitas perekonomian daerah pedesaan dalam menghasilkan output/pendapatan dan kesempatan kerja baik pada perkebunan kelapa sawit maupun pada sektor lain (rural non-farm) di kawasan pedesaan. Bahkan bukan hanya masyarakat pedesaan saja yang menikmati dampak ekonomi perkebunan kelapa sawit, melainkan juga dinikmati sektor perkotaan seperti lembaga keuangan, restoran dan hotel, food processing dan electric equipment dan manufacturing sector. Membangun perkebunan kelapa sawit bukan hanya membangun pedesaan tetapi juga bagian dari cara membangun perkotaan.

Pertumbuhan Produksi CPO Menacu Pertumbuhan Ekonomi Sentra Sawit

Pertumbuhan produksi perkebunan kelapa sawit termasuk dampaknya terhadap sektor rural non-farm akan terlihat dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) non migas dan tambang di kabupaten-kabupaten sentra sawit di Indonesia. Produksi CPO berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB non migas sentra perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara. Peningkatan produksi CPO meningkatkan PDRB non migas di kabupaten-kabupaten sentra perkebunan kelapa sawit Sumatera Utara.

Sumber: PASPI

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp