Industri Minyak Sawit Indonesia Berkelanjutan (Bagian XLI)

Perhatian pada percepatan pembanguna di Indonesia memang sangat diperlukan menginagt : (1) Sebagian besar penduduk Indonesia yakni 58% (tshun 2000) dan 50% (tahun 2012) berada dikawasan pedesaan yang perlu ditingkatakan kesejahteraannya; (2) Angkatan kerja terbesar berada dan bekarja dikawasan pedesaan/pertanian; (3) Jumlah penduduk miskin Indonesia sebagaian besar dikawasan pedesaan/pertanian. Berdasarkan fakta ini (ADB), 2004) pembangunan pedesaan di Indonesia hendaklah fokus pada peningkatan pendapatan dipedesaan (pro-rural income) dan pengurangan kemiskinan (pro-poor).

Bagai mana mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pedesaan/pertanian setinggi mungkin, merupakan sasaran penting untuk meningkatkan pendapatan di pedesaan dan pengurangan kemiskinan (ADB, 2004). Mengacu pada Say’s Law, kunci terjadinya penciptaan pendapatan (income generating) adalah menumbuh kembangkan dunia usaha (firms) di kawasan pedesaan baik usaha keluarga, usaha kelompok, usaha kecil-menengah maupun koperasi,yang berbasis pada sumberdaya yang tersedia dikawasan pedesaan. Melalui proses produksi, pendapatan tercipta dan terdistribusi melalui mekanisme factor-payment. Semakin besar jumlah dan ragam dunia usaha yang berkembang di kawasan pedesaan, semakin besar dan beragam pendapatan yang tercipta dikawasan pedesaan.

  1. Perkebunan Kelapa Sawit: Sektor Ekonomi Pedesaan

Perkebunan kelapa sawit Indonesia, baik yang dimiliki perkebunan rakyat (small-holder), perkebunan swasta (private) maupun perkebunan negara (state-owned) berada pada kawasan pedesaan diberbagai provinsi. Keberadaan perkebunan kelapa sawit di kawasan pedesaan ini bermakna ekonomi yakni: (1) Sebagai bagaian dari dunia usaha (firms) perkebunan kelapa sawit merupakan organisasi produksi yang menciptakan pendapatan (income generating) di pedesaan; (2) Berbasis pada sumberdaya pedesaan (rural-based-resources) baik sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan lain-lain; dan (3) Perkebunan kelapa sawit dengan investasi yang relatif besar untuk ukuran perekonomian pedesaan akan cukup relatif menarik perkembangan sektor-sektor ekonomi lainnya dikawasan pedesaan.

Sumber: PASPI

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp