Industri Minyak Sawit Indonesia Berkelanjutan (Bagaian XLVIII)

Perbedaan PDRB non migas antara sentra sawit dengan non sentra sawit di Sumatera Utara (provinsi tertua sawit) sudah mulai terlihat sejak tahun 1990. Kemudian setelah tahun 1990 perbedaan tersebut makin besar khususnya tahun 2005. Semakin meningkat produksi CPO semakin cepat bertumbuh PDRB non migas sentra sawit dan makin meninggalkan pertumbuhan PDRB non migas sentra sawit.

Hal menarik adalah Riau. Sampai tahun 2006, PDRB non migas sentra sawit dengan non sentra sawit masih relatif sama. Namun setelah tahun 2006, PDRB non migas sentra sawit lebih cepat bertumbuh dibandingkan PDRB non migas sentra sawit makin besar dengan non sentra sawit. Hal ini terjadi karena sebelum tahun 2006 sebagian besar perkebunan kelapa sawit  Riau masih TBM dan TM. Namun setelah tahun 2006 produksi CPO Riau bertumbuh cepat.

Perbedaan lebih kontras antara PDRB non migas sentra sawit dengan non sentra sawit terjadi di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah. Pertumbuhan produksi CPO yang lebih tinggi setelah tahun 2000, telah memacu pertumbuhan yang lebih cepat PDRB non migas pada kedua sentra sawit tersebut.

Bukti-bukti emperis tersebut menunjukan bahwa perkebunan kelapa sawit memacu pertumbuhan ekonomi daerah dan bagian penting dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Hasil studi ini juga mengukuhkan hasil  studi World Growth (2011) yang menyimpulkan bahwa perkebunan kelapa sawit di Indonesia bagian penting  dari pembangunan daerah pedesaan (Rural development).

Sumber: PASPI

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp