India Naikkan Tarif Impor Sawit 100%

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Pemerintah India memutuskan kenaikan tarif bea masuk produk sawit untuk hulu dan hilir. Pada Jumat (11/8/2017), Kementerian Keuangan India menetapkan bea masuk CPO naik menjadi 15% dari sebelumnya 7,5%.

Perlakuan serupa diterima produk sawit olahan (refined palm oil) juga naik menjadi 25% dari 15%. Sebelumnya, bea masuk untuk CPO sebesar 7,5% dan 15% bagi refined palm oil yang berlaku mulai 23 September 2016.

Lalu, apa alasan India menaikkam pajak impor sawit? Solvent Extractors Association of India (SEA) menjelaskan bahwa bea masuk sawitb dibuat tinggi bertujuan melindungi produk minyak nabati yang dihasilkan petani India. Akibat merosotnya harga minyak nabati mentah di dalam negeri. Harga minyak sawit dan minyak kedelai yang lebih murah juga berimbas kepada produksi lokal.

Merujuk data SEA impor CPO India sebesar 820.115 ton atau naik 44% year on year (yoy) pada Juli 2017. Sementara itu, impor minyak sawit India dari Indonesia rata-rata diperkirakan 3 juta-4 juta ton per tahun.

Pada periode 2016-2017, impor minyak nabati India mencapai 14,7 juta ton. Dari jumlah tadi, Komoditas CPO berkontribusi lebih dari setengahnya. Pemenuhan kebutuhan minyak makan di India sebagiam bersumber dari impor minyak nabati negara lain untuk memenuhi 70% kebutuhan minyak masaknya.

India adalah importir sawit yang sangat besar di dunia. Berdasarkan data World Bank, pada musim 2016-2017 (September 2016- Oktober 2017) Negeri Bolywood ini mengonsumsi 9,35 juta ton, atau 15,17% dari seluruh konsumsi dunia sejumlah 61,62 juta ton.

Selain sawit, minyak nabati lain seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari dinaikkan tarifnya masing-masing menjadi 17,5% dari sebelumnya 12,5%.

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.