Elektrifikasi Pedesaan Berbasis Biomas Kebun Sawit dan Dana Ketahanan Energi (Bagian IV)

Potensi Listrik Biomas Sawit

Menurut Statistik Kementerian Pertanian (2015), luas kebun sawit Indonesia pada tahun 2015 sekitar 11 juta hektar. Menurut studi Foo-Yuen Ng (2011) di perkebunan kelapa sawit Malaysia mengungkapkan bahwa produksi biomas dari perkebunan kelapa sawit tergantung pada sumber biomas. Biomas dari tandan kosong (empty fruit bunch) sekitar 1,4 ton bahan kering/hektar/tahun, biomas dari serat buah dan cankang (oil palm fiber and shell) sekitar 2,4 ton bahan kering/hektar/ tahun, biomas dari pelepah/daun (oil palm frond) sekitar 9,3 ton bahan kering/hektar/tahun dan bahan biomas dari batang sawit (oil palm trunk) sekitar 2,9 ton bahan kering/hektar/tahun.

Jika dihitung berdasarkan studi tersebut di atas maka dengan luas areal 11 juta hektar, perkebunan kelapa sawit Indonesia menghasilkan 176 juta ton bahan kering biomas per tahun, yakni berupa biomas tandan kosong 15,8 juta ton, biomas serat dan cangkang 26,2 juta ton, biomas dari pelepah/daun 102,2 juta ton dan biomas batang sat replanting 31,8 juta ton.

Biomas tersebut merupakan sumber energi baru terbarui (new renewable energy) atau disebut juga biofuel generasi kedua (second generation biofuel). Melalui teknologi thermochemical, biological, chemical, physical conversion (Naik et, al,. 2010) biomas dapat menghasilkan bentuk energi seperti bio ethanol, bio methane, bio aftur, briket dan lain-lain.

Sumber: GAPKI

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp