Dirjen EBTKE: Air Laut Tercampur Biosolar di Atas Kapal Pengirim

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Kasus biosolar yang tercampur air laut telah terjawab. Berdasarkan uji laboratorium ternyata kontaminasi air laut dengan biodiesel ketika pengiriman di atas kapal .

“Dari hasil pengujian sepuluh sampel yang dilakukan oleh Lemigas diidentifikasi bahwa produk biodiesel yang disalurkan oleh kapal SPOB Seroja XV mengalami kontaminasi dengan air laut, kata Direktur Jenderal EBTKE Rida Mulyana pada pekan lalu di Jakarta,

Dari hasil lanjutan kunjungan lapangan dan pengujian sampel di laboratorium Lemigas dengan pertemuan pada tanggal 18 November 2016. Menurutnya kontaminasi dengan air laut dimana hal tersebut ditunjukan dengan adanya kenaikan parameter kadar air dan kadar korosi mulai dari titik kapal hingga tangki penyimpanan.

“Saya harap kejadian serupa tidak terulang lagi,”tegasnya.

“Selain itu PT Pertamina (persero) akan meningkatkan standar pengecekan produk biodiesel secara menyeluruh agar kualitas biodiesel selalu terjamin hingga titik akhir konsumen penerima produk campuran biodiesel dalam solar (biosolar),”tambahnya.

Hasil lain, jelas Rida, Pertamina akan meningkatkan standar pengecekan produk biodiesel secara menyeluruh agar kualitas biodiesel selalu terjamin hingga titik akhir konsumen penerima produk campuran biodiesel, penyaluran biosolar akan segera berjalan setelah police line dicabut. “Kami juga akan berkoordinasi dengan Pertamina terkait pemberitaan di media untuk memberikan klarifikasi terhadap isu dampak negatif penggunaan biodiesel/FAME yang lebih lanjut berdampak kepada program mandatori biodiesel,”pungkasnya.

Kalangan produsen biodiesel yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) menegaskan tidak ada air yang tercampur ke dalam biodiesel mulai dari pabrik sampai di atas kapal pengiriman.

“Jadi bukan FAME (biodiesel dari produsen yang tercampur air). Karena sewaktu bongkar semua diawasi oleh surveyor, baik dari Pertamina maupun supplier,”kata Togar Sitanggang, Sekjen APROBI.

Berdasarkan keterangan Pertamina bahwa investigasi akan difokuskan ketika waktu pembongkaran dari kapal pengangkut ke Terminal TBMM. Ini berarti, kata Togar, FAME sudah sesuai spesifikasi Pertamina ketika dibawa dari pabrik sampai ke atas kapal. “Pertamina juga punya laporan surveyor yang sama,”katanya. Aprobi juga terlibat dalam tim investigasi untuk mengetahui hasil penyelidikan kasus tercampurnya air di biosolar. (Qayuum)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.