Dibuka Menteri Sofyan Djalil, IPOC 2016 Berlangsung Dua Hari

NUSA DUA, SAWIT INDONESIA – Mona Surya Ketua Pelaksana IPOC 2016 mengatakan IPOC telah menjadi konferensi sawit paling penting dalam industri minyak nabati dunia. Isu yang dibahas menarik pelaku industri sawit dalam dan luar negeri yang mencapai 1.290 peserta dari 23 negara.

“Isu yang dibahas dalam konferensi ini ingin membangun harmonisasi antar pelaku industri dan petani masyarakat,”ujarnya.

Konferensi rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).Joko Supriyono Ketua Umum GAPKI menjelaskan konferensi ini bisa kesempatan yang baik untuk menjalin kerjasama bisnis.

“Harmonisasi menjadi penting untuk mengatasi masalah yang ada di dalam industri sawit. Tahun 2016 harga CPO mulai naik, ini salah satunya karena suplai yang turun karena dampak dari El Nino,” ujarnya dalam pembukaan IPOC 2016.

Harga CPO rata-rata USD 660 per ton  dari periode Januari sampai Oktober 2016.

Sebagai minyak nabati paling produktif, kata Joko Supriyono, minyak sawit makin penting. Indonesia pada posisi yg baik untuk memanfaatkan permintaan global yang tinggi tersebut.

Dalam kata sambutannya, Sofyan Djalil, Menteri Agraria Tata Ruang mengapresiasi IPOC 2016 serta berjanji membantu pelaku usaha perkebunan kelapa sawit terutama petani untuk mendapatkan kepastian hukum terkait legalitas lahan.

“Saya harap sepulang dari konferensi ini, Anda bisa tersenyum karena persoalan lahan dan tata ruang sudah terselesaikan,” kata Sofyan.

Konferensi akan berlangsung selama dua hari pada Kamis dan Jumat (24-25 November 2016).Para pembicara yang akan tampil antara lain Prof Dr Iwan Jaya Aziz (Cornell University), Dr Risa Bhinekawati (ahli sustainability dari Australian National University), Dirut BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) Sawit Bayu Krisnamurthi,  dan Dr Puspo Edi Girinowo (IPB). Selain itu, sejumlah pakar komoditas yang akan menjadi pembicara antara lain James Fry (Chairman LMC International, Inggris), Dorab Mistry (Godrej International, India), BV Mehta (Direktur Eksekutif Solvent Exractors Association of India), dan sejumlah pakar internasional lainnya. (Qayuum)

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.